23
Jan

Mengetahui Jenis Kelamin Bayi dalam Kandungan

Sejak mengetahui bahwa dirinya positif hamil, wannabe-moms mungkin sudah penasaran ingin tahu lebih banyak mengenai bayi dalam kandungan. Calon ibu (apalagi yang baru hamil pertama kali) mungkin bertanya-tanya dalam hati, bagaimana keadaan si kecil, apakah sehat, apakah ada kelainan?

Tapi yang paling sering menjadi pertanyaan adalah apa jenis kelamin bayi didalam rahim Anda, laki-laki ataukah perempuan? Dengan ilmu pengetahuan modern sekarang ini mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan adalah perkara mudah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

Penggunaan alat USG atau Ultrasonografi digunakan secara luas dalam kehamilan. Fungsi utamanya adalah membantu dokter mendeteksi berbagai kelainan dan masalah umum pada janin dalam kandungan. Misalnya posisi bayi, ari-ari, keadaan plasenta, dan lain-lain. Selain itu, setelah usia kehamilan menginjak 20 minggu, USG bisa juga digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Walaupun memang tidak 100% akurat.

Pengambilan cairan ketuban (amniocentesis). Cairan ketuban sering diambil untuk melakukan berbagai deteksi terhadap adanya kemungkinan kelainan pada janin di dalam kandungan. Ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan mencapai 15 hingga 18 minggu. Caranya adalah dengan memasukan jarum ke dalam kantung ketuban dengan dibimbing oleh alat USG agar jarum tidak menyentuh janin/fetus. Kemudian setelah air ketuban bisa terambil langsung dibawa ke laboratorium untuk dikembang-biakkan sel-selnya selama 1 sampai 3 hari. Selanjutnya akan dilakukan test AFP (Alpha Feto Protein) terhadap sel-sel tersebut, untuk mengetahui adanya kelainan. Tes ini berguna untuk mengetahui jenis kelamin bayi secara akurat.

CVS (Chorionic Villus sampling). Metode ini sangat mirip dengan metode cairan ketuban. Sama-sama bersifat invasif (memasukkan alat ke dalam tubuh), bedanya hanya pada apa yang diambilnya. Pada metode CVS sampel yang diambil adalah sel yang terdapat pada plasenta yang menempel pada dinding rahim. Setelah itu sel-sel ini akan dibawa ke laboratorium untuk dikembangkan dan dites dengan AFP, sehingga jenis kelamin juga dapat diketahui melalui cara ini. Hanya saja metode ini berisiko besar sehingga tidak direkomendasikan, dan biasanya hanya dilakukan jika ada kemungkinan problem yang berkaitan dengan kelainan gender janin.

Nah, yang harus diingat adalah bahwa mengetahui jenis kelamin bayi bukanlah hal yang harus dilakukan. Dan yang paling penting adalah jangan sampai setelah mengetahui jenis kelaminnya, wannabe-moms menjadi kecewa dan menjadi tidak antusias terhadapnya, lalu mengurangi perhatian terhadap kehamilan yang sedang berlangsung, apalagi sampai menggugurkannya. Apapun jenis kelaminnya terimalah itu sebagai anugerah, dan tetaplah menjaga dan memberi perhatian padanya sebaik mungkin.

No Comments

  • Be the first to comment on this article!

Leave Your Comment

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member. Don't have an account? Registration is free. :)

Get In Touch

Contact Form

* indicates area required