24
Jan

Memilih Kosmetika yang Aman saat Hamil

Hamil tapi tetap tampil cantik tentunya adalah keinginan setiap wannabe-moms (dan itu harus!). Tapi cantik sehat jauh lebih penting, baik bagi ibu juga untuk janin yang dikandung.

Banyak ahli yakin bahwa bayi yang menderita alergi, kanker kulit, autisme, dan cerebral palsy antara lain disebabkan oleh paparan zat-zat kimia pada saat bayi tersebut masih berada di dalam kandungan, salah satunya zat kimia dari kosmetika, seperti timah hitam, alumunium, metilmerkuri, dan alkohol. Maka dari itu, ibu hamil perlu mewaspadai penggunaan kosmetik selama hamil.

Proses gangguan dari kosmetika diawali saat zat kimia tersebut dipaparkan ke kulit ibu. Bahan itu kemudian terserap ke dalam kulit melalui pori-pori hingga mencapai aliran darah. Darah ibu yang sudah tercemar akhirnya sampai ke janin karena darah itulah yang mensuplai oksigen dan sari-sari makanan ke janin. Meskipun kosmetika hanya digunakan di bagian luar tubuh, sedikit banyak akan ada yang diserap ke dalam tubuh.

Gangguan yang paling sering terjadi adalah gangguan pertumbuhan sel-sel saraf janin. Sel saraf merupakan bagian yang paling sensitif dan paling mudah terganggu oleh paparan zat kimia. Ketika otak janin mulai tumbuh, sementara ibu banyak sekali terpapar zat kimia berbahaya, sangat mungkin zat kimia itu ikut masuk ke dalam tubuh janin. Gangguan biasanya terjadi pada otak kecil (serebelum), lapisan luar otak besar (korteks serebri), sistem limbik (pengatur emosi), penghubung otak kiri dan kanan (korpus kalosum), ganglia basalis, dan batang otak (brainstem).

Apa saja yang perlu wanita hamil cermati? Berikut beberapa daftarnya:

  • Lipstik.
    Zat pewarna dan pengawet yang terkandung dalam pemulas bibir jika tidak tertelan tidak akan membahayakan janin. Lagi pula, kandungannya dalam kosmetik sangat sedikit, jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan. Kecuali kalau ibu punya kebiasaan menjilati bibir, mungkin sekali lapisan lipstik yang dioleskan di bibir ikut tertelan. Pengawet dan pewarna kalau dikonsumsi secara langsung memang sangat berbahaya buat ibu dan janin.
  • Krim pemutih.
    Krim pemutih merupakan produk yang dipergunakan secara luas, yang harus diwaspadai dari krim pemutih adalah kandungan zat berbahaya, seperti merkuri, dengan ciri proses kerjanya yang sangat cepat. Tiga hari dipakai, hasilnya sudah dapat terlihat. Tanpa merkuri, umumnya krim pemutih baru terlihat hasilnya setelah pemakaian berminggu-minggu (misalnya derivat asam-asaman atau vitamin C dengan hasil tidak ‘senyata’ menggunakan krim pemutih yang mengandung merkuri)
  • Obat jerawat.
    Ibu hamil biasanya akan memiliki kulit wajah cenderung berminyak yang berpotensi lebih mudah mengalami “jerawatan”. Jika ingin mengobati jerawat, konsultasikan dengan dokter kandungan ataupun dokter ahli kosmetik. Umumnya ibu hamil diminta untuk menunda pengobatan sampai usia kandungannya mencapai empat bulan, kalau dipaksakan dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan awal janin. Kalau mau aman, untuk mengurangi produksi minyak dan sumbatan sebum, bersihkan wajah secara teratur pagi dan malam hari.
  • Cat rambut.
    Seiring kemajuan teknologi, kini banyak produsen cat rambut yang memanfaatkan bahan dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang aman. Namun bila ibu hamil tidak yakin akan kandungan zat-zat kosmetika yang akan dipakai, bertanyalah pada ahli kosmetika atau dokter kandungan terlebih dulu.

Jadi, saat hamil bukanlah alasan untuk tidak tampil cantik dan menawan. Tapi perlu diingat bahwa kesehatan fisik (inner health) jauh lebih penting, makanya berhati-hatilah dalam pemakaian kosmetika saat hamil!

Stay beautiful, stay healthy always!

No Comments

  • Be the first to comment on this article!

Leave Your Comment

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member. Don't have an account? Registration is free. :)

Get In Touch

Contact Form

* indicates area required