Sakit kepala alias pusing memang bikin tidak nyaman. Jika sebelum hamil biasanya tidak pernah merasakan, tapi justru saat hamil jadi sering pusing. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Biasanya sakit kepala muncul pada awal kehamilan, tapi akan berkurang pada bulan-bulan berikutnya. Pada awal kehamilan, disebabkan oleh aliran darah wannabe-moms berusaha mengimbangi sirkulasi darah yang tiba-tiba meningkat seiring dengan pertumbuhan janin. Sementara pada trimester 2 dan 3, sakit kepala biasanya sering disebabkan oleh rahim yang membesar yang menekan pembuluh darah.
Sakit kepala bisa juga dikarenakan kadar gula darah terlalu rendah akibat perut terlalu lama tidak diisi, udara terlalu panas, atau gara-gara berdiri mendadak (postural hypertension atau peningkatan tekanan darah akibat perubahan posisi tubuh).
Ada beberapa kiat sederhana untuk mengatasi keluhan sakit kepala, terutama pada saat hamil:
- Pertama-tama, duduklah dulu. Cara ini membantu mengurangi sakit (karena aliran darah ke kepala jadi lebih lancar), juga mencegah wannabe-moms terjatuh. Setelah itu, barulah sakit kepala diatasi sesuai penyebabnya.
- Bila sedang berada di tempat yang pengap, segera cari udara segar. Mungkin, pusing terjadi karena tidak mendapat oksigen yang cukup.
- Jika tidak makan selama 2-3 jam, cepat-cepat konsumsi camilan, seperti biskuit. Cara ini akan segera menaikkan kadar gula darah.
- Segera minum air atau jus. Kurang cairan juga bikin pusing-pusing.
- Kalau akan mengubah posisi tubuh, lakukan secara perlahan-lahan. Misalnya, jika mau berdiri dari posisi berbaring, cobalah duduk dulu, baru kemudian berdiri secara perlahan.
Sebenarnya, sakit kepala bukan gangguan yang berat. Tapi, jika pada trimester 2 atau 3 wannabe-moms mengalami sakit kepala untuk pertama kali (baik disertai gangguan penglihatan atau tidak, sakit perut, melonjaknya pertambahan berat badan, serta bengkaknya wajah atau tangan), segera ke periksakan diri ke dokter. Bisa jadi, tekanan darah dan urin perlu diperiksa di laboratorium untuk melihat adanya kemungkinan mengalami pre-eklampsia atau keracunan kehamilan. Ini juga yang menjadi alasan pentingnya melakukan antenatal care secara teratur.
Juga, bila sakit kepala begitu hebatnya sampai terbangun dari tidur, misalnya, atau sakit kepala sudah berlangsung selama berhari-hari tanpa henti, segeralah ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan dan terapi yang tepat.
Umumnya, keluhan sakit kepala yang dialami pada awal kehamilan, akan membaik pada trimester ke-2, karena tubuh sudah terbiasa dengan berbagai perubahan selama kehamilan. Aliran darah ke seluruh tubuh sudah lancar. Begitu pula dengan keseimbangan hormon.
Hanya saja, kadang ketika proses persalinan, kadar hormon estrogen akan turun mendadak, sehingga sakit kepala terasa begitu berat. Jangan khawatir, sakitnya ini hanya akan berlangsung selama seminggu setelah persalinan.









No Comments