13
Feb

Menyimpan Darah Tali Pusat

Anda mungkin pernah mendengar tentang stem cell atau sel induk yang diperkirakan bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Nah, hari ini saya pingin share sedikit tentang hal tersebut.

Apa yang selama ini sempat kita lihat di film-film, tentang masa depan dari ilmu kesehatan, penyembuhan penyakit dengan teknologi kedokteran yang canggih (bahkan dengan cloning -yang sempat menggemparkan dunia tersebut), sepertinya akan segera menjadi kenyataan.

Saat ini tengah gencar dikembangkan berbagai penelitian di dunia seputar penggunaan stem cell (sel induk) yang dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit, seperti: penyakit jantung, penyakit otot, gangguan metabolisme darah, leukemia, diabetes, penyakit saraf dan bahkan kanker. Penyakit-penyakit yang terdengar menyeramkan tersebut, dalam beberapa waktu ke depan -I myself believe- mungkin akan menjadi tidak terlalu menyeramkan ketika metode-metode pengobatan dengan teknologi sel induk sudah established dan siap digunakan.

Cukup untuk pembukaan, nah, lalu hubungannya apa dengan darah tali pusat?

Tali pusat adalah suatu jalan dimana semua sumber nutrisi dan kebutuhan hidup janin ditransfer dari ibu melalui plasenta dan kemudian dihubungkan oleh tali pusat. Hubungan dua arah terjadi selama 9 bulan kehamilan, dan secara biomolekuler, proses yang terjadi dan termasuk sel darah yang ada didalamnya sungguh menakjubkan!

Penelitian membuktikan bahwa setelah bayi lahir, didalam tali pusat tersebut terdapat sel-sel darah yang ternyata dapat disimpan dan dikembangkan sebagai sel induk, untuk keperluan -seandainya di kemudian hari diperlukan- berhubungan dengan hal medis atau penyakit. Bahkan sel darah dari tali pusat tersebut dapat dikembangkan menjadi sel tulang atau sel otot!

Bayangkan saja berapa banyak penyakit yang hari ini mungkin sulit disembuhkan, tapi dengan adanya teknologi kedokteran, di kemudian hari dapat ditemukan alternatif penyembuhannya, dan itu diambil dari sel tubuh pasien itu sendiri. Risiko penolakan yang selama ini terjadi pada transplantasi organ atau transfusi darah dapat diminimalisasi dengan teknologi tersebut.

Memang teknologi pengambilan dan penyimpanan darah tali pusat sudah ada di dunia, bahkan sudah tersedia juga di Indonesia. Hanya saja memang harganya masih relatif mahal. Tapi sejalan dengan berkembangnya penelitian-penelitian, mungkin harganya juga akan semakin terjangkau dan hopefully manfaatnya juga akan semakin membawa dampak positif bagi kesehatan manusia.

No Comments

  • 1. dr. Adhi on 5 July 2010 08:21 dear eva, metode seperti itu belom pernah saya dengar. tapi sekilas kalo dari cara prosedurnya seperti itu kok tidak dianjurkan yah. faktor higienis dari cara seperti itu patut dipertanyakan. jadi menurut saya itu mungkin lebih ke arah tradisi lokal yang belum terbukti khasiatnya. berbeda dengan metode penyimpanan darah tali pusat di atas, karena prosedurnya menggunakan standar yang sangat tinggi dan steril, disertai juga dengan penerapan ilmu teknologi medis modern. Reply
  • 2. eva on 3 July 2010 08:17 klo orang tua dulu ya,saya pernah dengar.yang dikampung2 itu kadang menyimpan sisa tali pusar yang telah mengering yang lepas dari pusar bayi ketika bayi masih umur beberapa minggu. ada yang mempercayainya untuk obat si bayi klo suatu saat sakit panas ato sakit yng lain.dengan cara merendam tali pusar yang kering tadi kedalam air hangat kemudian sedikit demi sedikit diminumkan kepada bayi ato anak.setelah itu tali pusar bisa dikeringkan dan disimpan lagi. yng jadi pertanyaan saya apa yang diterangkan diatas mungkin garis besarnya seperti itu ya,dan apakah cara orang tua dulu seperti itu cukup higienis?.trimakasih. Reply

Leave Your Comment

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member. Don't have an account? Registration is free. :)

Get In Touch

Contact Form

* indicates area required