23
Jan

Seberapa Sensitif Tes Kehamilan

“Aduh, gw hamil ga yaa..”, kalimat itu mungkin beberapa kali terdengar di antara obrolan sehari-hari kita. Interpretasi positif, artinya wanita tersebut mendambakan seorang anak.Tapi kalo dibaca dengan nada negatif, artinya wanita itu berharap garisnya 1 aja, alias negatif. Okay, apapun nadanya, yang hari ini mom(me)world mau bahas adalah ketika kita menggunakan alat tes kehamilan itu, seberapa sensitif sih alat itu? Bisakah kita percaya dengan hasil itu?

Sebenarnya yang diukur oleh alat tes kehamilan itu adalah kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin). Sesaat setelah terjadi implantasi embryo ke rahim sang ibu (sekitar 6-12 hari setelah pembuahan), kadar HCG umumnya akan terdeteksi pada urin sang ibu.

Nah, rata-rata akurasi alat tes kehamilan tersebut bervariasi, mulai dari 70-98%. Setelah terjadi kehamilan, maka makin hari hormon HCG akan makin tinggi, yang artinya semakin sensitif dan akurat hasil yang didapat. Jadi jika tes dilakukan seminggu setelah “terlambat haid”, hasilnya lebih akurat dibandingkan tes yang dilakukan sebelum “terlambat haid”.

Kadang hasil yang negatif belum tentu memastikan bahwa tidak terjadi kehamilan. Bisa saja tes dilakukan terlalu dini. Bila hasil tes meragukan, ada baiknya tes kehamilan diulang lagi beberapa hari setelahnya.

Kalo hasilnya positif, segera konfirmasi hasil tersebut ke dokter dan it is the time to start the prenatal care.

No Comments

  • Be the first to comment on this article!

Leave Your Comment

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member. Don't have an account? Registration is free. :)

Raih poin-nya dengan cara membaca artikel, share ke social media, invite friends untuk bergabung, dan mengikuti aktivitas di mommeworld.com

Kumpulkan poin-nya dan raih kesempatan memenangkan hadiah menarik tiap bulannya!

Jika anda sudah memiliki akun Facebook

Bergabung menggunakan akun Facebook

Get In Touch

Contact Form

* indicates area required

Welcome to