USG lagi (dan lagi)

Survei membuktikan bahwa tingkat penggunaan USG pada ibu hamil meningkat dengan signifikan

by  Adhiatma Gunawan
share this
 

Sejak awal kehamilan -bahkan semenjak konfirmasi benar tidaknya ada suatu kehamilan- ibu hamil pasti sangat familiar dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi). Bahkan mungkin hampir setiap kunjungan ke dokter kandungan selama masa kehamilan, pasti dilakukan pemeriksaan fisik disertai pemeriksaan USG.

Sebuah survei di Toronto baru-baru ini mengemukakan fakta bahwa dalam 1 dekade (1996-2006) terjadi peningkatan signifikan pada angka penggunaan USG untuk pemeriksaan masa kehamilan. Terdapat 3,264 pemeriksaan per 1,000 kehamilan di 2006 dibandingkan dengan angka 2,055 pemeriksaan USG per 1,000 kehamilan di tahun 1996.

Memang tidak ada patokan pasti berapa minimal atau maksimal pemeriksaan dengan USG harus dilakukan pada rangkaian antenatal care. Biasanya minimal dilakukan 3x pemeriksaan USG, masing-masing satu kali pada trimester 1, 2, dan 3.

Pada trimester 1, biasanya USG dilakukan untuk mengkonfirmasi adanya suatu kehamilan, juga untuk mengecek apakah ada kelainan kromosom (melalui yang disebut pengukuran nuchal translucency). Pada trimester 2, USG biasa dilakukan untuk memantau perkembangan janin, melihat ada tidaknya kelainan janin, dan yang jauh lebih populer adalah untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Sedangkan pada trimester 3, USG dilakukan untuk mengonfirmasi letak janin dan beberapa hal lain, untuk persiapan persalinan.

Studi tersebut menganalisa bahwa kemungkinan peningkatan tersebut diakibatkan suatu sikap “defensif” dan antisipatif, untuk mendeteksi siapa tahu ada kelainan-kelainan tertentu selama masa kehamilan. Dengan semakin majunya teknologi kedokteran, maka kelainan yang lebih dini dapat ditemukan, biasanya memiliki outcome yang lebih baik. Faktor lain, orang tua -terutama calon new parents- biasanya lebih waswas dan menginginkan segalanya terjamin dengan baik. USG menjadi faktor pereda kecemasan mereka, dan bahkan kadang bisa juga menjadi suatu bahan entertainment atau kebahagiaan bagi keluarga maupun bagi orang lain.

Banyak juga pertanyaan yang meragukan keamanan akibat seringnya dilakukan pemeriksaan menggunakan alat USG. Sejauh ini, tidak ada laporan atau hasil studi yang menunjukkan efek negatif dari penggunaan USG. Walaupun demikian, perlu diketahui juga bahwa tidak semua pemeriksaan selama masa kehamilan harus disertai dengan USG bukan?

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (4)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!