Banyak ibu-ibu muda yang lumayan takut begitu mendengar kata “induksi” keluar dari mulut dokter kandungannya. “Bukannya induksi tuh hanya untuk bayi yang ga mau keluar-keluar?”“Jangan-jangan kehamilanku bermasalah donk?”, begitu kira-kira kalimat yang sering terdengar di bulan-bulan akhir trimester 3.

Induksi kehamilan -secara singkat- adalah proses kelahiran (delivery/labor) yang dipercepat, dengan bantuan tindakan atau obat. Hal ini tidak hanya dilakukan pada bayi yang “belom-mau-menyapa-dunia” (overdue baby), tapi bisa juga dilakukan pada beberapa kasus seperti :

  • ketuban sudah pecah, namun dalam 24 jam belum terjadi kontraksi
  • rangkaian tes menunjukkan bahwa bayi harus dilahirkan segera (mungkin karena air ketuban yang terlalu sedikit, atau karena alasan lain)
  • ada indikasi penyakit seperti: pre-eclampsia, kehamilan dengan diabetes, atau penyakit akut lainnya
  • pertumbuhan si janin terganggu

Ada beberapa cara dalam melakukan induksi persalinan, mulai dari memecahkan selaput ketuban, sampai dengan penggunaan obat-obatan. Jika mom-soon-to-be ragu-ragu, bertanyalah sejelas mungkin kepada dokter kandungan Anda.

No Comments

  • Be the first to comment on this article!

Leave Your Comment

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member. Don't have an account? Registration is free. :)

Get In Touch

Contact Form

* indicates area required