Obesitas dan Kehamilan

Kegemukan ternyata dapat memberikan masalah pada kehamilan

by  Adhiatma Gunawan
share this
 

Obesitas atau kegemukan diteliti memiliki dampak atau risiko terhadap kehamilan. Tidak hanya terhadap kehamilan, tapi juga pada usaha untuk hamil (trying to conceive). Nah, berikut akan dijabarkan apa-apa yang sekiranya perlu diketahui dan diantisipasi sehubungan dengan kegemukan dan kehamilan.

Sebelum berdiskusi lebih lanjut, ada perlunya kita mengetahui definisi atau batasan kapan seseorang dikategorikan gemuk (mengalami obesitas). Kriteria yang umum digunakan adalah Body Mass Index (Indeks Massa Tubuh) lebih dari 30 kg/m2. Cara menghitung Indeks Massa Tubuh adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Contoh seorang ibu dengan berat badan 70 kg dan tinggi badan 150 cm, maka Indeks Massa Tubuh nya adalah: 70kg/(1,5mx1,5m) = 31,1 kg/m2, dan ini termasuk kategori obesitas.

Wanita yang mengalami obesitas sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum perencanaan kehamilan, termasuk memprogramkan pengaturan berat badan dan kenaikannya selama kehamilan. Hal ini disebabkan karena ada beberapa risiko kehamilan yang bisa terjadi jika si ibu hamil terlalu gemuk. Beberapa risiko yang bisa terjadi adalah: Diabetes saat kehamilan, kelainan (cacat) bawaan bagi janin (seperti spina bifida, dan lainnya), kemungkinan keguguran dan kelahiran prematur, belum lagi risiko tekanan darah tinggi saat kehamilan yang sarat komplikasi.

Menurut survey, sekitar hampir 10% wanita yang mengalami kesulitan hamil disebabkan oleh kasus PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome). Pada kasus PCOS tersebut, selain gejala ketidakteraturan siklus haid, biasanya wanita penderita juga mengalami gejala obesitas. Menurunkan berat badan dalam range Indeks Massa Tubuh akan meningkatkan profil kesehatan reproduksi seorang wanita, termasuk meningkatkan kemungkinan untuk hamil tanpa intervensi (beberapa kasus PCOS harus berakhir pada metode bantuan untuk hamil seperti inseminasi dan bayi tabung).

Jadi, wanita yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk mengubah gaya hidup dan pola dietnya, dengan tujuan mencapai batas berat badan yang lebih ideal. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran juga dipercaya akan membantu. Jika sulit untuk mencapai target, ada baiknya berkonsultasi pada dokter dan ahli nutrisi untuk mengatur pola penurunan berat badan yang tepat dan sehat.

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment


rani
27 March 2011 | 05:27 am

Salam dokter, Saya berumur 38 tahun. Menikah bulan february 2010, bulan July saya hamil dan 21 september keguguran. Saat itu saya dikuret. Dokter bilang janinnya ga kelihatan. November saya haid diikuti terakhir 12 Desember. Setelah itu saya tidak pernah haid lagi sampai sekarang (27 Maret 2011).Saya udah test urine tapi negatif.Untuk dokter ketahui dari pertama kali haid saya memang tidak lancar.. kadang sampai 6 bulan ga datang. Setiap kali haid pasti perut saya kram bahkan pernah sampai pingsan, volumenya juga banyak. 6 tahun terakhir ini saya perhatikan haid saya datang 2 bulan sekali kalaupun telat paling sampai 2.5 bulan. Dalam keluarga saya memang punya sejarah yg sama; tante dan beberapa kakak perempuan saya rata2 sakit kalau lagi haid tapi ga sampai pingsan kaya saya. Pertanyaan saya: 1. Apa penyebabnya saya tidak haid smp 4 bulan ini?? apakah itu normal? 2. Setelah dikuret dokter ngasih saya asam folat. Apakah saya harus terus minum obat itu? 3. Tahun 2000 saya pernah ke dokter kandungan dan dokter bilang hormon saya ga normal trus terapi hormon tapi begitu obatnya habis siklus haid saya mulai ga lancar lagi.Apa yang harus saya lakukan supaya hormon saya normal? 4. Sejak menikah berat badan saya naik drastis 10kg. Tinggi/Bb sekarang = 155cm/65kg.. saya sudah coba turunin tapi turun naik terus dok.Dokter menyarankan untuk kehamilan berikutnya bb saya harus turun setidaknya mencapai 55kg. Apakah karena faktor kegemukan ini juga saya keguguran?? Apakah ada pantangan makanan dok?? Saat ini saya lagi giat2nya olah raga dan mengurangi makan daging, banyakin sayur dan buah tapi tetep aja bb saya nambah saya sampai bingung mau gimana lagi. Atas saran dan nasehat dokter saya ucapkan banyak terima kasih.. Wassalam Rani