Kegemukan ternyata dapat memberikan masalah pada kehamilan
Obesitas atau kegemukan diteliti memiliki dampak atau risiko terhadap kehamilan. Tidak hanya terhadap kehamilan, tapi juga pada usaha untuk hamil (trying to conceive). Nah, berikut akan dijabarkan apa-apa yang sekiranya perlu diketahui dan diantisipasi sehubungan dengan kegemukan dan kehamilan.
Sebelum berdiskusi lebih lanjut, ada perlunya kita mengetahui definisi atau batasan kapan seseorang dikategorikan gemuk (mengalami obesitas). Kriteria yang umum digunakan adalah Body Mass Index (Indeks Massa Tubuh) lebih dari 30 kg/m2. Cara menghitung Indeks Massa Tubuh adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Contoh seorang ibu dengan berat badan 70 kg dan tinggi badan 150 cm, maka Indeks Massa Tubuh nya adalah: 70kg/(1,5mx1,5m) = 31,1 kg/m2, dan ini termasuk kategori obesitas.
Wanita yang mengalami obesitas sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum perencanaan kehamilan, termasuk memprogramkan pengaturan berat badan dan kenaikannya selama kehamilan. Hal ini disebabkan karena ada beberapa risiko kehamilan yang bisa terjadi jika si ibu hamil terlalu gemuk. Beberapa risiko yang bisa terjadi adalah: Diabetes saat kehamilan, kelainan (cacat) bawaan bagi janin (seperti spina bifida, dan lainnya), kemungkinan keguguran dan kelahiran prematur, belum lagi risiko tekanan darah tinggi saat kehamilan yang sarat komplikasi.
Menurut survey, sekitar hampir 10% wanita yang mengalami kesulitan hamil disebabkan oleh kasus PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome). Pada kasus PCOS tersebut, selain gejala ketidakteraturan siklus haid, biasanya wanita penderita juga mengalami gejala obesitas. Menurunkan berat badan dalam range Indeks Massa Tubuh akan meningkatkan profil kesehatan reproduksi seorang wanita, termasuk meningkatkan kemungkinan untuk hamil tanpa intervensi (beberapa kasus PCOS harus berakhir pada metode bantuan untuk hamil seperti inseminasi dan bayi tabung).
Jadi, wanita yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk mengubah gaya hidup dan pola dietnya, dengan tujuan mencapai batas berat badan yang lebih ideal. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran juga dipercaya akan membantu. Jika sulit untuk mencapai target, ada baiknya berkonsultasi pada dokter dan ahli nutrisi untuk mengatur pola penurunan berat badan yang tepat dan sehat.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (0)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
