Blighted ovum adalah kondisi -yang termasuk keguguran- dimana hasil konsepsi tidak tumbuh atau tidak terbentuk sama sekali.
Bagi yang belom pernah mendengar istilah dalam judul diatas, blighted ovum adalah suatu kondisi -yang termasuk keguguran- dimana hasil konsepsi (sel telur yang telah dibuahi) terimplantasi pada dinding rahim, tapi embryo-nya tidak tumbuh atau bahkan tidak terbentuk sama sekali.
Belakangan beberapa pakar lebih menyukai istilah kegagalan kehamilan awal (early pregnancy failure) atau kehamilan anembryonic (tanpa embryo) dibanding kata blighted ovum, karena sebagian besar kasus, pasti melewati hasil tes kehamilan yang positif, sehingga seakan-akan terdeteksi sebagai suatu kehamilan.
Jadi sebenarnya plasenta telah mulai terbentuk dan mulai menghasilkan hormon hCG (hormon yang dideteksi oleh alat tes kehamilan/testpack). Inilah alasan mengapa “hasil tes kehamilan positif tuh, tapi kok dokter ngga berhasil menemukannya saat di-USG?” Saat awal mungkin Anda bisa merasakan beberapa gejala seperti mual, mudah lelah, dan Anda merasa bahwa Anda hamil. Tapi di hari-hari kemudian, saat hormon hCG mulai turun, gejala itu mulai hilang dan biasanya terjadilah spotting atau perdarahan.
Suatu kasus blighted ovum biasanya berakhir pada keguguran. Beberapa wanita memilih untuk menunggu proses peluruhan itu secara natural, sementara bisa juga dilakukan prosedur seperti dilatasi dan kuretase (D&C) untuk meluruhkan jaringan plasenta dalam rahim.
Beberapa tanda terjadinya blighted ovum adalah Anda mengalami terlambat haid, lalu hasil tes kehamilan menunjukkan positif, namun dokter tidak menemukan tanda kehidupan embryo, atau kantong kehamilannya kosong (diperiksa dengan USG). Belakangan bisa terjadi kram perut, dan mungkin spotting atau perdarahan. Biasanya saat ini terjadi, wanita yang mengalaminya sudah panik dan hampir dipastikan sudah pergi ke dokter untuk berkonsultasi.
Sebagian besar wanita yang pernah mengalami blighted ovum, biasanya tetap bisa hamil di kemudian hari. Kecuali Anda mengalami beberapa kali keguguran, sangat disarankan untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter kandungan Anda.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (2)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)








