Topik ini pasti selalu menarik untuk dijadikan bahan diskusi, perbincangan, hingga perdebatan. Banyak pendapat yang dipercaya sebagian besar pasangan muda bahwa posisi tertentu adalah rumus yang mujarab jika ingin cepat hamil. Actually, manakah pendapat yang benar?
Sebelum berdiskusi tentang mana yang benar atau kurang benar, let me share beberapa logika dasar sebagai berikut:
- Yang terpenting untuk getting pregnant adalah melakukan hubungan seksual pada masa subur. Jika hubungan seksual dilakukan diluar masa subur, ya percuma aja, hehehe..
- Sel sperma memiliki daya gerak (motilitas) yang membuat ia bisa bergerak untuk menemui sel telur yang matang
- Faktor gravitasi memang sometimes bisa membantu/mendukung optimasi pertemuan sel sperma dengan sel telur.
Nah, lalu posisi apa yang terbaik agar kemungkinan untuk hamil bisa optimal? Sebenarnya tidak ada posisi yang paling baik secara signifikan, tapi memang posisi wanita di bawah (man on top atau missionary position) secara teori dan praktek adalah posisi yang paling menguntungkan, karena dapat mengoptimalkan faktor gravitasi itu tadi.
Sebagai tambahan, ada baiknya pasca berhubungan seksual, si wanita berbaring dulu selama 10-15 menit, untuk memaksimalkan pertemuan sel sperma di dalam rahim. Selain itu, secara psikologis adalah hal yang baik bukan ketika selesai berhubungan, suami dan istri bersantai sejenak sambil ngobrol-ngobrol santai, hal itu juga akan meningkatkan hubungan suami dan istri secara psikologis tentunya. So it is double positive, right!
Bagi beberapa wanita yang oleh dokter kandungan-nya didiagnosa bahwa posisi anatomis rahimnya terbalik, mungkin boleh dipertimbangkan posisi doggy style dengan posisi pria dari belakang.
Jadi, sebagai kesimpulan, yang terpenting untuk diperhatikan adalah berhubungan seksual pada masa subur, kemudian posisi juga bisa jadi faktor pendukung walaupun bukan faktor yang mutlak.
Good luck, calon moms and dads!









No Comments