Laki-laki dapat mempertahankan kesuburannya hingga usia tua. Tapi penelitian membuktikan pria juga punya jam biologis
Beberapa bulan lalu, sebuah studi di Perancis membuktikan bahwa ternyata faktor usia juga mempengaruhi laki-laki dalam hal kesuburan. Kita sering mendengar bahwa wanita di usia 30-an akan mulai resah ketika mereka belum dikaruniai seorang anak. Tapi penelitian menunjukkan bahwa ternyata pria juga memiliki jam biologis, jika kita bicara soal kesuburan.
Sebuah studi dari Eylau Center for Assisted Reproduction mengemukakan bahwa pasangan yang sulit mendapatkan keturunan, akan memiliki kecenderungan untuk terjadinya keguguran, jika sang ayah berusia lebih dari 40 tahun.
Memang wanita diciptakan dengan sejumlah telur (jumlah yang pasti), yang akan berkurang tiap bulannya bersama siklus menstruasi mereka, hingga berhenti di usia menopause. Tapi bukankah laki-laki dapat mempertahankan kesuburannya hingga usia tua? Sebagian besar masih mempercayai hal tersebut memang. Tapi yang menarik dari hasil survey adalah : dari pengamatan terhadap sekitar 21,000 pasang suami-istri, ada hubungan yang relevan antara umur ayah dengan menurunnya fertilitas, dan meningkatnya faktor keguguran.
Nah, bagi para laki-laki, mungkin hasil penelitian tersebut masih perlu diuji dengan studi-studi lainnya. Tapi survey tersebut sepertinya perlu menjadi new knowledge (informasi baru) bagi pasangan (calon ayah) yang ingin berhasil mendapatkan keturunan.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (0)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!