Sebelum terlambat haid, apakah sudah boleh melakukan tes kehamilan?
Banyak sekali comments dan pertanyaan yang hampir selalu muncul tiap hari di situs ini, yang intinya kurang lebih adalah “Kapan saat yang paling tepat untuk melakukan tes kehamilan?”
Beberapa pasangan muda -dan juga terutama pasangan suami istri yang telah lebih dari 1 atau 2 tahun menikah- sangat mendambakan terjadinya kehamilan. Namun kadang beberapa pasangan pernah mengalami melakukan tes kehamilan dan ternyata hasilnya menunjukkan 1 garis atau negatif. Bahkan sering mereka mencoba mengulang tes tersebut berkali-kali dengan menaruh harapan bahwa hasilnya di keesokan harinya akan berubah menjadi positif.
Nah, pertanyaan yang mendasar adalah kapan sih waktu yang paling tepat untuk melakukan tes kehamilan?
Tes kehamilan atau testpack pada prinsipnya adalah mendeteksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin) lewat urine. Hormon hCG akan meningkat setelah terjadi kehamilan, khususnya ditandai dengan terjadinya implantasi hasil konsepsi pada dinding rahim. Nah informasi dasar ini penting untuk diketahui para wannabe-moms and dads, agar tahu kapan saat yang kira-kira tepat untuk melakukan tes kehamilan.
Perhitungan usia kehamilan biasanya dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). Artinya minggu ke-1 dan minggu ke-2 pada dasarnya belum terjadi konsepsi sama sekali. Bila siklus normal (28-30 hari), biasanya ovulasi (keluarnya sel telur yang matang) akan terjadi pada akhir minggu ke-2 (14 hari sebelum menstruasi berikutnya). Jika pada masa subur itu sel sperma bertemu dengan sel telur yang matang, maka akan terjadi konsepsi. Tapi pada titik ini, hormon hCG belum terbentuk.
Seperti yang telah disebutkan di atas, hormon hCG baru akan terbentuk/terdeteksi pada saat terjadinya implantasi hasil konsepsi, yaitu sekitar 6-12 hari setelah konsepsi (setelah bersatunya sel sperma dan sel telur).
Jika tes dilakukan terlalu awal, hasilnya bisa menunjukkan suatu false negative, artinya hasil tes sesungguhnya belum tentu negatif. Bisa saja karena pemeriksaan dilakukan terlalu dini, hormon hCG-nya belum cukup terdeteksi (tes kehamilan melalui urine baru bisa mendeteksi kadar hCG minimal 20mIU/ml). Jika tes dilakukan sebelum hormon hCG terbentuk, hasilnya pasti akan negatif, dan biasanya ini cukup menurunkan mental dan harapan si istri (maupun suami), padahal semata-mata karena tes dilakukan pada hari yang terlalu awal.
Beberapa pasangan juga seringkali mendapatkan hasil tes yang menunjukkan 2 garis, namun 1 garisnya samar. Hal ini seringkali menimbulkan keraguan.
Jika hasil tes kehamilan awal meragukan, hal yang paling baik adalah menunggu dan melakukan tes ulang beberapa hari kemudian (atau kurang lebih seminggu kemudian), atau bisa juga dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan konfirmasi diagnosa, apakah benar hamil atau tidak.
Jadi, dengan penjelasan ini, diharapkan dapat membantu teman-teman semua untuk memperkirakan kapan kira-kira saat yang tepat untuk mencoba melakukan tes kehamilan. Yang pasti, seandainya pun hasilnya tidak sesuai dengan harapan (dalam hal ini yang mengharapkan hasil positif, tapi mendapatkan hasil negatif), jangan patah semangat, kan bisa dicoba lagi di siklus berikutnya.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (4)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
