Pakai High Heels Ketika Hamil

Amankah memakai sepatu hak tinggi saat hamil?

by  W Dachi
share this
| 1 people like this article
 

Pemilihan sepatu pada wanita hamil pernah dibahas mommeworld pada artikel ini. Namun ternyata, masih banyak pro kontra sehubungan bahaya wanita hamil yang mengenakan sepatu berhak tinggi (high heels). Karena itulah, dalam artikel kali ini, mommeworld ingin mengkhususkan pembahasan pada pemakaian sepatu berhak tinggi pada wanita hamil.

Kebanyakan wanita menyukai sepatu berhak tinggi. Alasannya, sepatu jenis ini dapat meningkatkan kepercayaan diri karena postur badan terlihat lebih jenjang. Dan bisa juga untuk “mengganjal” tinggi badan sekian centimeter (tergantung berapa centimeter si high heels tercinta, hehehe). Sayangnya, ketika memasuki masa kehamilan, teman dan keluarga kerap kali melarang untuk mengenakan sepatu hak tinggi tersebut. Mereka berpendapat bahwa pemakaian sepatu berhak tinggi di saat hamil sangat berbahaya.

Beberapa penelitian menemukan bahwa pemakaian sepatu berhak tinggi ketika hamil dapat menimbulkan:

  1. Sakit punggung yang hebat. Pada saat hamil, sendi tulang punggung menjadi lebih lunak karena meningkatnya hormon relaxin yang dihasilkan dari indung telur. Sendi tulang punggung yang lunak akan mudah melonggar bahkan rusak. Padahal, sepatu berhak tinggi dapat merubah postur tubuh dan memberikan ketegangan pada daerah punggung
  2. Jatuh ketika berjalan. Meningkatnya berat badan dan membesarnya perut ketika hamil dapat merubah titik berat. Hal ini membuat kemampuan berjalan dengan seimbang akan berkurang apalagi bila mengenakan sepatu berhak tinggi. Jika wanita hamil terjatuh, maka tidak saja akan membahayakan dirinya tapi juga janin yang dikandungnya
  3. Kaki yang bengkak. Pemakaian sepatu hak tinggi di waktu hamil menyebabkan kaki harus menahan beban ekstra. Bahkan Society of Chiropodists and Podiatrists menemukan bahwa 7 dari 10 wanita hamil yang memakai sepatu hak tinggi ini sering menderita sakit pada kaki

Untuk menghindari bahaya pemakaian sepatu berhak tinggi, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan:

  • Menginjak kehamilan minggu ke-25, hentikan pemakaian sepatu berhak tinggi. Pakailah sepatu flat atau sepatu dengan hak rendah. Sekarang ini tidak sulit menemukan sepatu flat dan sepatu berhak rendah yang tak kalah cantiknya dengan sapatu berhak tinggi
  • Bila tetap ingin merasakan betapa menyenangkannya memakai sepatu berhak tinggi, pakailah sepatu tersebut dalam acara-acara tertentu, seperti pesta atau acara formal tertentu. American Podiatric Medical Association (APMA) memang menyarankan pembatasan pemakaian sepatu berhak tinggi ketika hamil
  • Tinggi hak sepatu yang sebaiknya dikenakan oleh wanita hamil adalah sekitar 2 cm hingga 4 cm saja. APMA menyatakan bahwa sepatu dengan hak yang mencapai 5 cm dan diatasnya tidak baik untuk dikenakan oleh wanita hamil
  • Untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan, sebaiknya wanita yang tengah hamil memakai sepatu dengan alas yang lebar

Nah, masih tertarik mamakai sepatu berhak tinggi atau bahkan stiletto ketika hamil? Before you decide, please listen to your body and do what’s best for you. Have a healthy pregnancy!

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!