Persalinan Prematur

Jika terjadi kontraksi rahim dan pembukaan sebelum usia kehamilan 37 minggu, maka ini disebut sebagai kelahiran/persalinan prematur

by  Adhiatma Gunawan
share this
| 1 people like this article
 

Kehamilan normal umumnya berlangsung selama 40 minggu (ini dihitung dari HPHT -Hari Pertama Haid Terakhir). Jika terjadi kontraksi rahim dan pembukaan cervix sebelum usia kehamilan 37 minggu, maka ini disebut sebagai kelahiran/persalinan prematur (premature lab0r).

Penyebab pasti persalinan prematur tidaklah diketahui. Ada berbagai macam teori yang diduga berperan dalam memicu terjadinya kontraksi dan pematangan serta cervix (mulut rahim) lebih awal. Beberapa faktor risiko di bawah ini merupakan penyebab tersering terjadinya kelahiran prematur, seperti:

  • Pengalaman/riwayat persalinan prematur sebelumnya, atau riwayat keguguran
  • Kehamilan kembar (atau bahkan kehamilan multipel lebih dari 2)
  • Kelainan anatomis pada organ reproduksi (rahim, mulut rahim, plasenta)
  • Kebiasaan merokok, minum alkohol, dan obat terlarang
  • Infeksi -khususnya yang mengenai/berhubungan dengan organ reproduksi dan cairan ketuban
  • Kondisi penyakit seperti hipertensi dan diabetes
  • Underweight dan overweight juga bisa menyebabkan gangguan pada kehamilan
  • Stress atau kondisi kejiwaan/emosional, juga trauma secara fisik

Jika persalinan prematur tidak bisa dicegah, maka bayi akan lahir secara prematur dan ini memiliki risiko terjadinya gangguan kesehatan pada si bayi, yaitu: berat badan lahir rendah (BBLR), kemungkinan infeksi, perkembangan organ tubuh yang belum sempurna, dan gangguan organ tubuh, serta penyulit lainnya.

Beberapa tanda terjadinya atau dimulainya persalinan prematur adalah: kontraksi yang terjadi lebih dari delapan kali dalam 1 jam (dirasakan seperti kram perut pada saat menstruasi), spotting (perdarahan dari vagina), keluarnya cairan dari vagina, nyeri di bagian panggul, dan diare.

Tidak ada jaminan dalam mencegah terjadinya persalinan preterm, namun ada beberapa hal yang bisa (perlu) diperhatikan bagi para wanita hamil, agar sebisa mungkin mencapai usia kehamilan lebih dari 38 minggu:

  • Lakukan pemeriksaan antenatal secara teratur dan berkala, sebab dengan demikian kesehatan kehamilan dan janin akan terpantau dengan baik oleh dokter atau bidan.
  • Diet sehat, termasuk vitamin dan mineral akan meningkatkan profil kesehatan Anda selama masa kehamilan.
  • Hindari rokok, alkohol, dan hal lain yang dapat mengganggu kesehatan Anda dan janin.
  • Manage stress. Usahakan mengurangi stress, karena walaupun terdengar sepele, hal itu mempunyai pengaruh besar pada kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Jika Anda memiliki sakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes, konsultasikan hal tersebut secara detail dengan dokter Anda.
  • Jaga kesehatan gigi, karena penelitian menemukan ada kaitan antara kesehatan gigi dengan angka kejadian persalinan prematur.
Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (2)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!