Kenali dan temukan penanganan ruam popok pada bayi
Ruam popok (Diaper Rash) adalah istilah yang merujuk pada ruam hingga iritasi yang terjadi pada bagian tubuh bayi yang tertutupi oleh popok, yaitu daerah sekitar perut, kemaluan, lipatan paha, dan bokong. Ciri-ciri yang bisa ditemui bila bayi mengalami ruam popok adalah sebagai berikut:
- Kulit bayi di daerah yang tertutupi popok dan sekitarnya berwarna kemerahan. Bahkan jika telah terjadi iritasi yang parah, bisa muncul pembengkakan ataupun luka terbuka pada daerah tersebut
- Suhu kulit yang terkena ruam popok akan lebih hangat dibandingkan dengan suhu kulit yang sehat
- Bayi terlihat sangat tidak nyaman ketika mengenakan popok
Umumnya, diaper rash terjadi karena kulit bayi yang mengalami kondisi basah dan kering secara terus-menerus disertai sentuhan dengan hal yang dapat memicu iritasi karena mengandung bakteri ataupun jamur. Hal-hal yang mungkin memicu iritasi diantaranya adalah pemakaian popok yang terlalu ketat pada bayi, urin, sabun deterjen yang digunakan untuk mencuci popok, tisu basah, sabun bayi, krim, kulit bayi yang sensitif, dan popok yang jarang diganti. Selain yang telah disebutkan tadi, bayi yang sedang mengonsumsi antibiotic juga bisa terserang diaper rash. Karena itu, moms yang menyusui yang sedang mengonsumsi antibiotika, dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Untuk mencegah dan menyembuhkan bayi yang terkena diaper rash, moms bisa melakukan berbagai tindakan, yaitu:
- Jagalah daerah popok agar tetap bersih dan kering. Biasanya moms harus mengganti popok bayi sebanyak 6-8 kali dalam waktu 24 jam
- Jangan gunakan tisu basah atau pembersih apapun yang mengandung alkohol dan parfum ketika membersihkan daerah popok. Sebab, alkohol membuat kulit bayi menjadi kering dan parfum memungkinkan terjadinya alergi pada kulit bayi yang sensitif. Sedangkan kulit bayi yang kering dan sensitif akan mempermudah terjadinya iritasi. Sebaiknya, gunakan saja air hangat dan kapas atau handuk untuk membersihkannya
- Jangan menggosok kulit bayi ketika membersihkannya dengan air. Lakukanlah gerakan menepuk untuk menghindari gesekan yang dapat menimbulkan iritasi. Begitu juga ketika mengeringkannya, gunakan lagi gerakan menepuk
- Hindari produk orang dewasa untuk membersihkan daerah popok. Produk kebersihan yang ditujukan untuk orang dewasa biasanya mengandung bahan kimia yang keras. Kalaupun moms menggunakan sabun bayi, cukup gunakan sekali dalam sehari saja
- Sebelum memakai popok, oleskan krim atau petroleum jelly pada daerah popok pada bayi. Penggunaan bedak sangat tidak disarankan. Bedak dapat menimbulkan bakteri dan jamur pada daerah popok. Terlebih lagi bila bedak yang digunakan mengandung talc, bila terhirup bayi akan menimbulkan masalah pada paru-paru
- Hindari pemakaian popok yang terbuat dari plastik. Popok yang demikian dapat mencegah udara masuk
- Bila moms menggunakan popok kain, ada baiknya setelah melalui proses pencucian dengan deterjen, moms merebus popok kain selama kurang lebih 15 menit. Ini dilakukan untuk mematikan kuman, bakteri, dan zat kimia dari deterjen yang memungkinkan memicu iritasi
- Hindari juga pemakaian popok yang terlalu ketat, karena selain dapat mencegah udara yang masuk, popok yang terlalu ketat akan meninggalkan bekas memerah pada daerah popok
- Jangan menggunakan krim yang mengandung boric acid, camphor, phenol, dan methyl salicylate. Sebaliknya, krim yang mengandung zinc oxide ataupun petroleum boleh digunakan
- Jika diaper rash tetap berlangsung, gantilah produk deterjen, popok, ataupun krim yang digunakan. Karena mungkin saja bayi alergi dengan merk produk tertentu
Bayi yang terkena ruam popok membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu untuk sembuh. Namun bila sudah melakukan berbagai cara di atas, tetapi diaper rash pada bayi tak kunjung membaik, yang bisa segera dilakukan oleh moms adalah membawa si kecil ke dokter.
So, moms don’t worry if it happens to your baby. Karena sekarang moms sudah kaya akan pengetahuan bagaimana menangani ruam popok.