Boleh ga sih makan ikan atau seafood selama masa kehamilan?
Masa kehamilan adalah masa yang penting -apalagi jika itu adalah pengalaman pertama, khususnya bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Wannabe-moms tentunya ingin yang terbaik untuk janinnya, dan mereka (almost all of them) telah mengerti bagaimana menjalani diet sehat selama 9 bulan. Memperbanyak sayuran dan buah, serta menghindari alkohol adalah hal yang wajar, tapi bagaimana dengan ikan? bagaimana dengan seafood? Bolehkah ibu hamil mengonsumsi seafood?
Pada artikel hari ini, saya akan berbagi tentang batasan bagi ibu hamil dalam mengonsumsi seafood. Ikan dan seafood tentunya sebagian besar mengandung protein yang tinggi, yang tentunya berguna untuk kesehatan ibu dan janin. Tapi jenis ikan tertentu (hiu, mackerel, dan ikan predator lainnya) mungkin saja mengandung merkuri (logam berat) yang pada akhirnya justru dapat membahayakan perkembangan saraf janin.
Lalu, ikan atau makanan laut apa donk yang diperbolehkan dan aman untuk dikonsumsi?
Pada intinya wanita hamil tidak dilarang untuk makan seafood. FDA (Food and Drug Administration) dan Environmental Protection Agency (EPA) menganjurkan agar wanita hamil mengonsumsi jenis-jenis seafood hingga 340 gram (bahkan sampai 500 gram) yang aman, seperti: udang, salmon, tuna.
Poin-poin yang perlu menjadi catatan bagi ibu hamil adalah:
Jadi, pada dasarnya bukan berarti seafood dan ikan tidak boleh dikonsumsi. Justru semestinya ibu hamil mengonsumsi makanan yang mengandung nilai protein tinggi. Hanya saja ada beberapa catatan yang wannabe-moms perlu tahu, untuk dapat menentukan sumber protein laut mana yang baik dan sehat untuk dimakan.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (0)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!