This morning when I had my breakfast, I met a friend who showed me the pictures of her newborn twins nieces. Dan saya memutuskan untuk membahas tentang kehamilan kembar hari ini.
Seperti kita semua sudah ketahui, kehamilan dimulai ketika sel sperma bertemu dengan sel telur yang matang. Nah jika ada 2 sel telur (atau lebih) yang matang dan keluar, dan keduanya (atau lebih) berhasil dibuahi oleh sel sperma, maka terjadilah kehamilan kembar (jumlahnya tergantung pada banyaknya sel telur yang dibuahi). Itu yang dikenal sebagai kembar tidak identik, atau istilah kerennya fraternal twins (dizygotic twins). Bayi yang dilahirkan dari kehamilan fraternal twins itu bisa sama maupun berbeda jenis kelaminnya, dan biasanya muka atau wajahnya tidak terlalu mirip.
Sementara jika 1 sel telur matang dibuahi oleh sel sperma dan kemudian hasil konsepsi itu membelah menjadi dua janin, ini yang disebut sebagai suatu kehamilan identik (monozygotic twins). Biasanya bayi kembar yang dilahirkan sangat mirip satu dengan yang lain, dan memiliki jenis kelamin yang sama. Nah, walaupun jarang -dan sangat tidak kita kehendaki- tapi kadang terjadi pembelahan yang tidak sempurna antara janin kembar itu, sehingga muncullah istilah bayi kembar dempet (conjoined twins).
Biasanya jika di dalam garis keturunan keluarga ada yang kembar, maka ada kemungkinan pasangan itu mengalami kehamilan kembar. Tapi kadang muncul pertanyaan, “Kenapa pasangan yang tidak memiliki riwayat kembar sama sekali tiba-tiba dikaruniai kehamilan kembar?” Beberapa faktor yang mungkin dapat meningkatkan kemungkinan hamil kembar adalah: riwayat genetik, assisted procedure (seperti program bayi tabung), usia ibu saat hamil (semakin tua usia seorang wanita saat hamil, kemungkinan untuk mengalami hamil kembar lebih tinggi), dan sisanya adalah kehendak Tuhan, hehehe..
Belakangan banyak pasangan muda yang mensyukuri jika mereka dikaruniai kehamilan kembar, “Lumayan, 1x hamil langsung dapet 2 babies, lucu-lucu lagi!” Tapi perlu diingat bahwa kehamilan kembar termasuk kehamilan yang lebih berisiko tentunya dibandingkan dengan kehamilan 1 janin normal. Dan semakin banyak jumlah kembar yang dikandung, semakin tinggi pula risikonya.
Artinya, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan ketika pasangan didiagnosa mendapatkan kehamilan kembar:
- Check-up dokter lebih sering. Hal ini dikarenakan kehamilan kembar termasuk lebih berisiko sehingga dipandang perlu untuk memastikan kehamilan berjalan baik dan sehat.
- Kenaikan berat badan lebih dari kehamilan single. Jelas! Karena yang dikandung lebih dari 1 janin, maka kenaikan berat badan juga tentunya lebih tinggi.
- Asupan nutrisi lebih banyak. Jumlah kalori yang harus dikonsumsi tiap harinya, vitamin dan suplemen kehamilan juga mesti disesuaikan. Konsultasikan hal ini secara detail dengan dokter kandungan atau bidan Anda.
- Hati-hati terhadap komplikasi kehamilan. Kehamilan kembar berisiko untuk terjadinya kenaikan tekanan darah yang lebih dari kehamilan normal lainnya. Belum lagi biasanya bayi kembar dilahirkan lebih awal dari jadwal, yang artinya ada kemungkinan bayi yang dilahirkan masih prematur dengan berat badan lahir yang rendah.
- Persalinan dengan operasi caesar. Belakangan ini kebanyakan kehamilan kembar berakhir dengan persalinan menggunakan cara operasi caesar. Selain biaya yang lebih tinggi, tentunya operasi juga memberikan kemungkinan risiko yang lebih besar bila dibandingkan dengan persalinan cara normal.
Nah, hal-hal diatas kiranya perlu diperhatikan, agar berita gembira tentang kehamilan kembar dapat diikuti dengan perjalanan kehamilan yang lancar dan sehat! Have a healthy pregnancy!









No Comments