Memahami Celoteh Anak

Sejalan dengan bertambahnya usia, si kecil mulai berceloteh mengucapkan kata-kata tertentu.

by  Devi Raissa
share this
| 1 people like this article
 

Salah satu saat yang paling membahagiakan bagi orangtua adalah saat anak mengucapkan kata pertamanya, yang biasanya menyebut nama panggilan Ibu (“maa..maa..”) ataupun Ayahnya (“pa..ppaa..”). Seiring berjalannya waktu, anak akan mengucapkan kata-kata lain yang terkadang maknanya sulit untuk kita pahami.

Atau adakalanya, saat Anda mengucapkan suatu kata, tapi dimaknai lain oleh si anak. Peristiwa ini terkadang dapat menimbulkan kejengkelan baik bagi Anda maupun buat si buah hati. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kita sebagai orangtua mengetahui karakteristik celoteh anak pada usia dini, yaitu :

1. Menyederhanakan kata
Anda masih ingat telegram? Itu loh..alat untuk berkirim kabar lewat kawat di jaman dulu, karena dihitung per kata, biasanya orang-orang akan menulis berita dengan sangat singkat, yang penting dapat dimengerti si penerima pesan (By the way, kita juga sering melakukannya sekarang pada saat mengirimkan SMS maupun menulis update di twitter, hehe). Nah, anak pada usia dini menggunakan telegraphic speech, yang prinsipnya sama seperti telegram. Mereka menyingkat kata tapi tanpa mereka sadari, misalnya mereka mengatakan ‘Tidak.. nasi’ untuk kalimat yang seharusnya ‘Aku tidak mau makan nasi’.

2. Anak mengerti tata bahasa yang seharusnya digunakan, tetapi belum dapat mengekspresikannya
Saat anak melihat Ibu menggoreng ayam, ia mengerti dan tahu kata yang tepat untuk diucapkan, tetapi ia belum dapat mengekspresikan kata tersebut, sehingga alih-alih mengatakan ‘Ibu menggoreng ayam”, ia hanya mengucapkan ‘Ibu menggoreng’.

3. Anak menyederhanakan makna kata
Ketika seorang anak perempuan memiliki mainan Barbie kesayangannya yang dipanggil ‘Mbih’, kemudian suatu hari ada teman mamanya yang memberikan ia kado Barbie, ia akan menggeleng dan mengatakan ‘Mbih’ sambil menunjuk Barbie kesayangannya. Anak usia dini membutuhkan beberapa waktu untuk mengerti bahwa Barbie bukan hanya ditujukan ke satu benda saja, tetapi ada benda-benda lain yang juga bernama Barbie kalau memiliki ciri yang sama.

4. Anak memperluas makna kata
Saat melihat seorang laki-laki berambut putih di depan TV, anak bisa saja melonjak kegiraan dan berkata ‘kakek’, karena mengira kakeknya yang ada di TV. Dia meng-generalisasi semua orang yang berambut putih sebagai kakeknya.

Nah, setelah mengetahui 4 karakteristik celoteh usia dini anak, semoga kita sebagai orang tua di rumah bisa mengenali misalnya kapan anak memperluas/menyederhanakan makna suatu kata, dan pelan-pelan memberitahu dan mengajari mereka tentang kata yang benar. Ini berguna untuk melatih kemampuan linguistik mereka loh, moms.

Selamat mencoba dan Happy Parenting! :-)

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!