Inseminasi: Alternatif Solusi atau Infertilitas

Ketika “making-a-baby” tidak semudah yang dibayangkan, beberapa pasangan memilih inseminasi sebagai alternatif

by  Adhiatma Gunawan
share this
| 1 people like this article
 

Pasangan muda yang baru saja menikah ingin memperpanjang masa “bulan madu” mereka dan menunda kehamilan. Setahun berjalan, dan tiba saatnya untuk merencanakan kehamilan, namun yang terjadi justru ketika mereka serius ingin memilik anak dan setelah mencoba beberapa kali, ternyata ‘making-a-baby’ tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada beberapa rekan saya yang tampak kesulitan memiliki anak, dan ketika problem tersebut menjadi suatu rasa putus asa, hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kualitas hidup pasangan tersebut.

Hari ini saya ingin membahas sedikit mengenai informasi bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak, alias mengalami problem fertilitas/kesuburan. Salah satu jawabannya adalah dengan mencoba melakukan suatu prosedur yang disebut Intra Uterine Insemination (IUI).

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mencoba keberhasilan konsepsi (kehamilan), mulai dari meluangkan waktu untuk berlibur dan melakukan bulan madu kedua, mengonsumsi vitamin, dan bahkan berkonsultasi dengan dokter spesialis fertilitas. Ketika sekian banyak cara normal tersebut telah dicoba, tapi belum nampak tanda kehamilan, kadang itulah waktu untuk mempertimbangkan suatu metode bantuan untuk memiliki keturunan. 

Salah satu alternatif yang ingin saya bahas hari ini adalah IUI. Ada juga metode lain yang dikenal sebagai IVF (in vitro fertilization), atau orang biasa menyebutnya program bayi tabung. Nah, pada program IUI, prosesnya adalah mengambil sperma dari pasangan pria, untuk kemudian “diproses” dengan teknologi medis untuk mendapatkan sel sperma kualitas terbaik, yang kemudian dimasukkan ke rahim pasangan wanita dengan bantuan suatu alat kateter. Dengan cara ini, sel sperma akan langsung berada di tuba falopii -saluran dimana pembuahan biasa terjadi. Metode ini tidak invasif dan relatif cepat (hanya sekitar 30 menit), dan secara biaya pun lebih terjangkau dibandingkan dengan program bayi tabung (IVF).

IUI dilakukan pada saat ovulasi, yaitu saat dimana sel telur telah matang dan keluar dari indung telur (ovarium). Ada tes urin yang bisa mendeteksi kapan terjadinya ovulasi, sehingga saat itulah waktu terbaik untuk melakukan IUI. Pada beberapa kasus, wanita yang menjalani IUI akan menerima injeksi hormon hCG untuk merangsang pertumbuhan sel telur dan ovulasi. Setelah injeksi, biasanya sel telur akan terlepas dalam 30-40 jam dam siap untuk bertemu dengan sel sperma.

Idealnya IUI dilakukan segera setelah terjadi ovulasi (jika hasil tes urin untuk mendeteksi ovulasi positif, paling lambat keesokan harinya IUI sebaiknya dilakukan). Untuk faktor infertilitas pria, IUI akan dilakukan setelah ovulasi, untuk mengoptimalkan angka keberhasilan. Sedangkan pada kasus normal, sperma dimasukkan sebelum ovulasi terjadi (sel sperma yang menunggu sel telur). Pasangan pria dianjurkan untuk tidak melakukan ejakulasi 2-3 hari sebelum hari pengambilan spesimen sperma.

IUI biasa dilakukan pada kasus-kasus infertilitas yang tidak jelas dan masalah fertilitas pada pria. Faktor usia dari pasangan wanita juga menentukan, karena dengan bertambahnya umur, tingkat kematangan sel telur akan menurun. Dokter akan menganjurkan pasangan untuk mencoba 2-3 siklus IUI, dan jika masih tidak membuahkan hasil, mungkin itu waktu untuk mencoba metode berikutnya, yaitu program bayi tabung.

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (4)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment


dr. Adhi
5 July 2010 | 08:19 am

dear Monika, sorry baru sempet bales pertanyaan kamu. jangan terlalu cape, banyakin istirahat yah.. lalu harusnya dalam 1-2 minggu ke depan bisa diketahui apakah proses inseminasi kemaren berhasil atau tidak. nanti hasilnya kamu share2 lagi disini yah..

Monika
2 July 2010 | 00:55 am

Dear dokter Adhi, mau tanya, saya baru saja inseminasi buatan 2 hari yang lalu.. lalu dokter saya menganjurkan untuk bed rest selama 2 minggu... apa-apa saja sih yang boleh dilakukan/tidak boleh dilakukan? lalu kapan kira-kira saya bisa tahu hasilnya yah apakah proses ini berhasil atau tidak?

kristine
7 June 2010 | 12:16 pm

Dear Dr. Adhi, Dok, saya mau tanya. Minggu lalu setelah cek kibrik, saya dianjurkan untuk PLI karena antibody saya tinggi sekali. yang ingin saya tanyakan, perlukah terapi itu? atau ada vitamin/obat untuk mengganti terapi itu? karena harganya lumayan mahal. dan pertanyaan terakhir, apakah dengan terapi tsb untuk ke depannya kami dapat berhasil memiliki baby? tolong dibantu ya dok. terima kasih sebelumnya.

dr. Adhi
23 March 2010 | 06:06 am

dear Febe, kalo mau inseminasi harusnya ga masalah sih, tingkat keberhasilan program inseminasi adalah sekitar 20-30%. tentang rahim retro, harusnya tidak menjadi masalah kok, tidak berpengaruh terhadap kesuburan dan kemungkinan hamil kok. sementara berusaha, kamu tetap konsumsi vitamin dan asam folat yah.. sebagai persiapan kehamilan kamu. jangan menyerah yah! pasti bisa hamil! okai? good luck, febe

febe
21 March 2010 | 13:22 pm

Dear Dokter, Saya menikah udah 8bln dan pengen cpt hamil nih,... udah program hamil skitar 6bln-an,udah USG vaginal:sel telur bagus, udah HSG :sal.tuba kiri non paten,tuba kanan paten,rahim retro, udah menjalani hydro sekali dan hasilnya: cairan yg masuk sktr 80%. Tp sampai skrg belum hamil jg Dok, padahal tiap bln jg udah menerapkan masa subur, kenapa ya DOk? sempet pernah telat tp akhirnya haid jg... Hampir tiap bln saya rutin konsul ke dokter,cm sebulan kmrn setelah hydro sempet istirahat dulu. Yg mau saya tanyakan : 1. Kalau saya memutuskan ikut insem, apakah dg kondisi saya sperti ini (sal.tuba satu non paten) apa bisa Dok? kira2 brp persen keberhasilannya ya Dok? Suami sudah cek sperma hasilnya semua bagus dan ga ada mslh. 2. Soal rahim retro itu gimana cara ngatasinya ya Dok, apa berpengaruh dg susahnya hamil? Makasih.

dr. Adhi
1 March 2010 | 10:03 am

dear nonik, ini jawaban dari dr. Didi Dewanto, SpOG yah: Melihat riwayat medis Bu Nonik, rasanya sdh cukup ideal terapi yg dilakukan. Saran saya, sementara ini stop dulu pengobatan2 dg obat2 kesuburan. Rasanya Ovarium anda sudah capek, jadi stop dulu, beri kesempatan ovarium utk istirahat/normal dulu. Melihat siklus haid anda, rasanya bagus. Tapi tetep hubungan badan, saya sarankan hari ke 10, 12, 14 dari haid pertama setiap bulan. Bila dlm waktu 6 bulan belum hamil, ibu kontrol lg ke dokter kandungan. Sering dlm fase istirahat begini, pasien malah hamil. Mengenai hasil sperma saya rasa memang sepertinya ada antibodi antisperma/alergi sperma, tp belum tentu jg.. Semoga berhasil

nonik
28 February 2010 | 07:17 am

allow dok, mau tanya2..ini riwayat program sy..tgl 18/11/2009 sy haid besokan lgsg ke dok disuru minum obat serephone 2x5hari.tp belom hamil jg.tgl 18/12/2009 sy haid lalu sy disuru minum serephone lagi dengan dosis yg sama,kemudian suami sy melakukan cek sperma pada aglutinasi spontan dan autoaglutinasi hasilnya positif yg lain semua baik.lalu dokter menyarankan inseminasi.sy setuju, tgl 28/12/2009 jam 11an mlm sy disuntik ovidrell.lalu tgl 30/12/2009 sy di inseminasi.ssdh sy diberi cygest 400mg untuk dipakai kira2 14hr.tp tgl17/01/10 sy masi dpt haid, lalu diberi obat femara dgn dosis 2x5hari dan disarankan photo hsg, hasilnya bagus.kemudian tgl 26/01/10 sekitar jam 11 mlm sy diberi suntik ovidrell lagi, lalu tgl 28/01/10 dan 30/01/10 sy melakukan insem dan re insem.stlh itu sy beri cygest 400mg lg untuk dipakai 10hr.tp ttp belom hamil tgl 15/2/10 sy dpt haid..memang saat insem yg terakhir itu sy mengalami keputihan spt tahu,yg kt dok akibat pembalut/tisu atau bakteri dr feses.yg mau sy tanyakan kpn baiknya sy mulai prog lagi, krn sy denger hrs ada istirahat???apakah prosedur insem hny ckp diberikan 1 suntikan saja??selama sy program telor yg dihasilkan sekitar 2atau 3 yg besar, apakah itu kurang byk?thx yah dok..