Kegunaan Sel Induk (Stem Cell)

Suatu hari nanti mungkin semua penyakit bisa ditelurusi penyebabnya, dan penyembuhannya dapat menggunakan teknologi sel induk

by  Adhiatma Gunawan
share this
| 1 people like this article
 

Teknologi kedokteran yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah pengembangan sel induk untuk berbagai kegunaan di dunia medis. Apa yang dimaksud dengan sel induk? Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan sel induk serta darimana sel induk didapatkan?

Sel induk adalah sel yang belum mengalami diferensiasi dan pembelahan menjadi bentuk-bentuk serta fungsi tertentu. Proses perkembangan manusia bermulai dari sel telur (ovum) yang dibuahi sel sperma. Kemudian hasil pembuahan tersebut (zygot) mengalami pembelahan. Proses pembelahan sel dengan kata lain bisa kita sebut sebagai proses perkembangan. Sel-sel tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan, organ, sistem organ, lalu organisme (manusia secara utuh). Bayangkan, hanya diperlukan 2 buah sel, dan dalam perjalanannya bisa menjelma menjadi suatu kehidupan yang utuh, sempurna dan kompleks.

Perkembangan bayi menuju kesempurnaan dalam kandungan tentunya mengalami tahapan-tahapan. Sel-sel membelah serta ber-diferensiasi menjadi fungsi-fungsi tertentu seperti sel yang akan berkembang menjadi organ hati, pankreas, tulang, demikian juga sel yang menjadi susunan saraf, kulit, dan jaringan otot, serta organ-organ lainnya.

Berdasarkan sumbernya, sel induk dapat dibagi menjadi:

  1. Zygote. Yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur
  2. Sistem sel embrionik. Sel yang diambil dari embryo yang berusia kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan. Pengambilan sel pada embryo saat ini dinilai aman sehingga embryo dapat terus hidup dan berkembang.
  3. Fetus/sel induk yang berasal dari janin.
  4. Stem cell darah tali pusat. Diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir.
  5. Sel induk yang berasal dari sel orang dewasa. Sel induk dewasa terdapat pada: Sumsum tulang, susunan syaraf pusat, jaringan lemak, otot rangka, serta pankreas. Adult stem cell mempunyai sifat plastis, artinya selain berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya, adult stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. Misalnya: n stem cell sistem syaraf dapat berubah menjadi sel darah, atau stromal stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung, dan sebagainya.

Paling sedikit ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi oleh teknologi sel induk (stem cell):
a. Penyakit autoimun. Misalnya pada penyakit lupus, rheumatoid arthritis (orang mengenalnya sebagai rematik) dan diabetes tipe 1. Sel imun dari tubuh dikeluarkan kemudian dimanipulasi diluar tubuh. Kemudian sel tersebut dimasukan kembali ke dalam tubuh menuju jaringan/organ yang membutuhkan sel baru (mengganti sel-sel yang rusak).
b. Penyakit degeneratif. Bermanfaat untuk penyakit degeneratif seperti stroke, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer. Penyakit degeneratif adalah kondisi terjadinya beberapa kerusakan atau kematian pada sel-sel tertentu. Pada keadaan ini stem cell setelah dimanipulasi dapat dimasukkan ke tubuh pasien agar sel induk tersebut dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel organ tertentu yang menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati akibat penyakit.
c. Penyakit seperti leukemia dan penyakit darah lainnya.

Walaupun penelitian sel induk ini masih mengundang banyak kontroversi, penelitian ini terus dilakukan dan dipercaya oleh banyak kalangan dapat memberi harapan cerah bagi masa depan teknologi di bidang kesehatan manusia.

Seiring dengan tingginya angka kesakitan dan kematian akibat berbagai macam penyakit, pengobatan terkini dengan menggunakan sel induk dinilai penting. Salah satu keutamaan pengobatan menggunakan sel induk adalah kecilnya resiko ketidakcocokan antara sel induk untuk mengobati penyakit dengan sel yang ada di dalam tubuh pasien. Contoh saja pada kasus-kasus transplantasi, banyak sekali terjadi rejection reaction karena organ yang dicangkokkan ditolak oleh tubuh pasien. Hal ini dapat diminimalisasi jika organ yang dicangkokkan dihasilkan dari sel induk pasien itu sendiri.

Sebagai kesimpulan, teknologi ini masih relatif baru (dan mahal), tapi telah membuktikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Sembari menunggu update berikutnya mengenai sel induk, tidak ada salahnya mempertimbangkan manfaatnya untuk menyimpan darah tali pusat bayi baru lahir.

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!