Terlalu sibuk mengejar karir, kemudian baru memikirkan hamil di usia 35 tahun. Apa saja risikonya?
Menikah dan memiliki anak pada usia 35 tahun atau lebih kini banyak dialami oleh pasangan muda, terutama di kota besar. Jumlahnya pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai macam alasan dikemukakan, dari belum siap secara finansial hingga sibuk meniti karir. Sah-sah saja sih mengambil keputusan ini, namun perlu diingat bahwa kehamilan setelah 35 tahun merupakan kehamilan yang berisiko bagi ibu dan janinnya.
Pertimbangkan usia. Sadari bahwa usia mempengaruhi fertilitas (kesuburan). Fertilitas menurun dengan cepat setelah wannabe-moms berusia 35 tahun. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur dalam ovarium akan berkurang. Jadi semakin betambah umur, (relatif) semakin sulit untuk hamil, semakin banyak pula risiko, seperti berikut:
Namun, dengan langkah-langkah tertentu, wannabe-moms bisa menekan risiko kehamilan yang mungkin mengintai. Berikut kiat untuk memperkecil risiko tersebut:
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (0)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!