Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi

Bagaimana sih caranya supaya bayi tidak gampang sakit?

by  Adhiatma Gunawan
share this
 

Cuaca tak karuan, polusi dimana-mana, beberapa teman menjadi sakit, tapi kalau daya tahan tubuh bayi Anda kuat, no problem! Bayi memang seringkali menjadi “obyek” yang disayang-sayang, dan banyak sekali sanak saudara yang ingin dekat dengannya karena ia begitu lucu. Tapi kita tidak pernah tahu kalau bersama mereka juga tentunya pasti ada paparan terhadap virus maupun bakteri, yang akhirnya dapat menyebabkan si kecil sakit.

Yang paling penting adalah sistem pertahanan tubuh dan kekebalan bayi Anda harus kuat. Nah, agar kekebalan tubuh bayi Anda meningkat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. ASI Ekslusif
    ASI adalah yang terbaik bagi bayi. Sangat dianjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama. ASI terbukti memiliki bakteri yang menguntungkan dan zat-zat yang dibutuhkan bayi untuk membentuk mikroflora usus yang penting untuk sistem daya tahan tubuh bayi. ASI juga melindungi si kecil dari infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran urin dan sudden infant death syndrome. Penelitian juga menunjukkan ASI meningkatkan perkembangan sel-sel otak dan mencegah diabetes. 
  2. Cukupkan Nutrisi
    Setelah masa ASI eksklusif 6 bulan berlalu, pengenalan makanan semipadat dapat dilakukan sedikit demi sedikit sampai bayi bisa beradaptasi. Saat pemberian makanan tambahan, perhatikan kandungan gizi. Hal ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sertakan buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C dan betakaroten seperti jeruk dan wortel. Vitamin C dan betakaroten mampu menangkal virus dan membantu perkembangan sel-sel baru.
  3. Cukupkan Waktu Tidur
    Tidur yang nyenyak pada bayi dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pasalnya, selama tidur, bayi membangun sel-sel baru dalam tubuhnya yang dapat menangkal berbagai serangan mikroba dan virus. Singkatnya, tidur yang cukup (16-18 jam sehari) berhubungan erat dengan meningkatnya imunitas.
  4. Biasakan Pola Hidup Bersih
    Bayi sangat rentan terhadap virus dan bakteri. Karena itu sebelum memegangnya, jangan lupa cuci tangan (dengan sabun). Terutama sehabis bepergian atau menyentuh sesuatu yang tidak terjamin kebersihannya. Kebanyakan penyakit infeksi yang diderita bayi, seperti pilek, demam, batuk, atau diare, didapat dari tangannya sendiri selain tangan orang dewasa yang memegangnya.
  5. Hindari Asap Rokok
    Tahukan wannabe-moms, dalam setiap kepulan asap rokok setidaknya terdapat 4.000 jenis racun yang dapat mengganggu kesehatan, bahkan membunuh pertumbuhan sel-sel baru. Bayi yang sering terpapar asap rokok berisiko terkena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian tiba-tiba, bronkitis, asma, dan infeksi telinga. Selain itu, asap rokok juga berdampak buruk pada intelegensi dan perkembangan saraf bayi.

Tentunya kita semua ingin bayi kita sehat selalu bukan? Stay healthy always untuk moms dan si kecil!

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment


rahayu
20 December 2010 | 16:53 pm

anak saya 15 bln jalannya belum lancar kayaknya masih takut, tapi ngomongnya pinter, gimana solusinya?