Hari ini saya ingin sedikit berbagi tentang hubungan antara merokok dan kehamilan. Sebagian besar dari kita mungkin sudah memahami efek buruk dari merokok, tapi dalam artikel ini saya akan coba untuk menjabarkan lebih detail mengenai efek merokok pada kehamilan, kesuburan, dan pertumbuhan janin.
Merokok vs Kesuburan
Penelitian menyebutkan bahwa merokok dapat mengganggu kesuburan seseorang, baik pada pria maupun wanita. Pria perokok memiliki profil sel sperma yang relatif lebih buruk dibandingkan dengan pria non-perokok. Demikian juga dengan wanita, seorang wanita perokok membutuhkan waktu rata-rata 2 bulan lebih lama untuk berhasil hamil.
Merokok pada Kehamilan
Pada kehamilan, efek merokok juga sama merugikan-nya. Pada tahun 2004, data statistik di US menunjukkan bahwa 11,9% bayi yang dilahirkan dari orangtua perokok memiliki berat badan lahir rendah, dibandingkan dengan angka 7,2% pada bayi dari orangtua yang bukan perokok. Penjelasan ilmiahnya adalah: rokok diketahui memiliki efek dalam memperlambat pertumbuhan janin. Selain itu rokok juga relatif dapat memicu terjadinya persalinan prematur. Dua hal tersebut menjelaskan penyebab dari rendahnya berat badan bayi yang dilahirkan.
Selain itu studi juga menyebutkan bahwa merokok dapat meningkatkan terjadinya problem pada plasenta (plasenta previa, dimana plasenta terletak di bagian bawah rahim dan menutupi jalan lahir, dan ini berisiko pada persalinan).
Nah, setelah mengetahui sekian banyak efek negatif dari merokok, maka sangat dianjurkan untuk berhenti merokok, baik bagi suami maupun sang istri. Dan jangan lupa juga, bahwa efek yang didapat sebagai perokok pasif (menghisap asap rokok orang lain) juga sama jeleknya. Jadi hindarilah rokok selagi Anda hamil, atau merencanakan kehamilan, bahkan setelah bayi lahir. Karena newborn baby yang terpapar oleh asap rokok memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk kemungkinan terjadinya problem pada paru-paru (penumonia,bronkitis, dan lainnya).










No Comments