Suatu tumor jinak yang kadang memiliki gejala menyerupai suatu kehamilan.
Hari ini saya ingin sedikit membahas tentang hamil anggur. Sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan buah anggur. Pada kasus hamil anggur, plasenta berkembang menjadi bentukan gerombolan vili yang menyerupai bentukan buah anggur.
Hamil anggur -atau sering juga disebut hydatidiform mole- adalah suatu kegagalan pembentukan janin, dimana kasus ini terjadi pada 1 dari 1500 kehamilan. Kasus hamil anggur dikategorikan sebagai suatu tumor jinak (tumor yang berasal dari sel trofoblas), walaupun ada juga kasus yang dapat berkembang menjadi suatu keganasan.
Jenis hamil anggur (kehamilan mola) ini ada yang complete, ada yang parsial. Pada jenis complete, tidak ditemukan adanya hasil pembuahan dan tidak ada jaringan plasenta. Sedangkan pada jenis parsial, bisa jadi ada jaringan embrio dan plasenta yang sempat terbentuk, namun pertumbuhannya menjadi tidak normal.
Gejala kehamilan mola bisa menyerupai suatu kehamilan normal. Hasil tes kehamilan menunjukkan hasil positif, dan disertai juga dengan rasa mual muntah (bahkan seringkali lebih hebat). Kadang pada bulan kedua-ketiga, bisa timbul perdarahan berwarna kecoklatan.
Diagnosa hamil anggur ini biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin ke dokter, lewat pemeriksaan dengan USG. Di mana tidak ditemukan adanya janin di dalam rahim, dan nampak suatu gambaran seperti badai salju. Kadar hormon hCG juga biasanya secara signifikan lebih tinggi pada kasus hamil anggur bila dibandingkan dengan kehamilan normal biasanya.
Penanganan kasus hamil anggur adalah dengan evakuasi (mengeluarkan) semua jaringan mola tersebut, biasanya melalui proses kuretase. Hal itu juga harus ditindaklanjuti dengan pemantauan berkala kadar hCG. Jika kadar hCG sudah turun hingga mencapai angka 0, maka tidak diperlukan treatment berikutnya. Pemantauan kadang dilakukan 6 bulan hingga 1 tahun untuk memastikan tidak adanya jaringan mola yang tertinggal. Selama masa itu pula, seorang wanita dengan riwayat hamil anggur, tidak diijinkan untuk hamil, karena itu akan mengelabui kadar hormon hCG.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (0)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!