Masa depan teknologi kedokteran sepertinya terletak pada ilmu dan penerapan tentang sel induk
Sampai hari ini masih cukup banyak perdebatan (atau keraguan) tentang teknologi sel induk. Apakah sel induk benar-benar berguna atau hanyalah suatu marketing gimmick dari suatu teknologi medis terbaru.
Sebelum berdiskusi lebih lanjut, sel induk adalah suatu sel master yang merupakan awal (cikal-bakal) dari sel-sel lain, baik sel ‘anakan’ maupun sel lain yang kemudian dapat berdiferensiasi dan melakukan spesialisasi menjadi bentuk sel spesifik tertentu. Untuk pengertian mudahnya, semua sel dalam tubuh kita berasal dari sel induk yang sama (sel embrio setelah terjadi pembuahan). Nah, saat pertumbuhan dan perkembangannya, sel induk akan membelah, memperbanyak diri, dan melakukan diferensiasi menjadi sel-sel khusus, seperti: sel otot, jantung, hati, dan tulang, bahkan organ-organ tubuh lainnya.
Sel induk dapat diambil dari sel embrio (yang mana belum banyak dilakukan sekarang, karena alasan etis), dapat juga diambil dari sel induk dewasa, seperti: sel induk dari darah tali pusat bayi yang baru lahir, diambil dari sumsum tulang belakang orang dewasa (yang dengan mendengarnya saja seakan kita dapat membayangkan sakitnya).
Nah, apa sih yang dapat dilakukan oleh sel induk? Apakah manfaat dari sel induk tersebut?
Terapi menggunakan sel induk adalah suatu bentuk tekonologi di bidang kesehatan yang akhir-akhir ini sedang gencar dikembangkan. Karena sel induk memiliki kemampuan untuk membelah diri dan merupakan cikal bakal dari jenis sel lain, maka sel induk tersebut dapat dipakai untuk menggantikan sel organ tubuh tertentu yang sudah rusak atau tidak berfungsi. Prinsip dasarnya sebenarnya mirip dengan transplantasi organ, hanya saja di sini yang digunakan adalah tingkat sel, dan bukan organ. Oleh sebab itu jenis teknologi terapi ini sering disebut sebagai ilmu kedokteran regenerasi.
Sel induk bisa dimanipulasi di laboratorium untuk kemudian dikembangkan menjadi sel-sel khusus, seperti sel otot, sel darah, sel saraf, bahkan tulang. Sebagai contoh, pasien dengan penyakit jantung, maka dengan teknologi sel induk, sel otot jantungnya yang kurang berfungsi bisa diganti dengan sel otot jantung yang baru.
Sampai hari ini, ada lebih dari 75 penyakit yang dapat diobati melalui terapi sel induk ini, dan saya cukup yakin bahwa di masa depan -dengan semakin majunya teknologi kedokteran- akan semakin banyak penyakit yang bisa ditemukan terapi dan solusinya dengan menggunakan sel induk.
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (1)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!