Cegah Kanker Serviks

Setiap wanita memiliki kesempatan untuk melindungi dirinya dari kanker serviks

by  Adhiatma Gunawan
share this
| 1 people like this article
 

Akhir-akhir ini mungkin Anda sering mendengar tentang kampanye pencegahan kanker serviks. Kanker serviks bisa dibilang merupakan musuh setiap wanita di seluruh dunia. Wanita yang terkena kanker serviks tidak hanya menderita secara fisik, tapi juga secara mental dan finansial.

Kanker serviks adalah suatu perubahan sel menjadi sel kanker ganas yang terjadi di daerah serviks (mulut rahim). Penularan terbesar adalah melalui hubungan seksual, dan telah diketahui bahwa agen penyebab terjadinya kanker serviks adalah virus HPV (Human Papilloma Virus). Penelitian juga membuktikan bahwa dari ratusan macam tipe virus HPV, HPV 16 & 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia (produk vaksin yang tersedia di dunia memiliki efek perlindungan terhadap kedua virus HPV tersebut).

Di Indonesia, tiap jam seorang wanita meninggal karena kanker serviks. Sedangkan di dunia, tiap 2 menit seorang wanita meninggal akibat kanker mematikan tersebut. Yang mengenaskan adalah sebagian besar kasus tidak disertai gejala pada saat infeksi terjadi. Pasien biasanya memeriksakan diri ke dokter saat mendapati gejala perdarahan (biasa terjadi setelah hubungan seksual). Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak kasus baru diketahui dan terdiagnosa pada stadium lanjut. 

Di samping beban fisik dan psikis, secara finansial, beban akibat kanker serviks juga cukup besar. Taruhlah pemeriksaan dan terapi (meliputi operasi, pemeriksaan laboratorium, biopsi, hingga radioterapi dan kemoterapi), itu semua bisa mencapai angka puluhan juta.

Beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya kanker serviks adalah: kebiasaan merokok, usia muda saat pertama kali berhubungan seksual, sering berganti-ganti pasangan, angka kehamilan yang tinggi. Seperti telah disebutkan di atas, penularan terbesar virus HPV adalah melalui hubungan seksual. Dan data penelitian menyebutkan bahwa sedikitnya 80% wanita usia reproduktif pernah terpapar dengan virus HPV semasa hidupnya.

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Setiap wanita yang telah menikah (atau telah aktif berhubungan seksual) dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan pap smear secara berkala. Prosedur pap smear dilakukan untuk mendeteksi apakah ada kelainan pada sel di daerah serviks (mulut rahim) tersebut. Pemeriksaan ini -walau sedikit tidak nyaman- tapi biayanya relatif murah, apalagi jika dibandingkan dengan kondisi telah terdiagnosa kanker serviks.

Jika pap smear bersifat sebagai metode pencegahan sekunder (karena berusaha untuk mendeteksi sedini mungkin terjadinya perubahan sel di daerah mulut rahim), maka vaksinasi adalah metode pencegahan primer yang sangat dianjurkan. Dengan vaksinasi maka seorang wanita akan terlindungi (hingga 80%) dari virus HPV onkogenik (virus penyebab kanker).

Jadi, sudahkah Anda mendapatkan vaksin HPV anda?

Related Article

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment


Dewi Sri
22 February 2010 | 10:01 am

Ok dok, makasi ya infonya

dr. Adhi
22 February 2010 | 09:43 am

dear Dewi Sri, papsmear biasanya ada di klinik2 atau di laboratorium seperti prodia. untuk vaksin biasanya tersedia kok di praktek dokter SpOG (bahkan di beberapa praktek dokter umum juga menyediakan vaksin HPV tersebut). thanks

Dewi Sri
22 February 2010 | 09:37 am

Dok, blh tny dong. Pemeriksaan papsmear d mana ya? Trus vaksinnya apa tsedia d prakter2 doktr spog?