Bagi sebagian wannabe-mom dan mom-soon-to-be, pertanyaan ini kadang muncul, “Apakah kita boleh/perlu berolahraga saat hamil?”
Bagi sebagian wannabe-mom dan mom-soon-to-be, pertanyaan ini kadang muncul, “Apakah kita boleh/perlu berolahraga saat hamil?” Untuk menjawab pertanyaan itu, let’s take a look on this brief explanation.
Tidak ada larangan khusus dalam berolahraga, hanya saja perlu diingat, karena sekarang mom-soon-to-be sudah berbadan dua alias mengandung si janin kecil, maka tingkat/level dalam berolahraga tentu harus disesuaikan. Sebaiknya Anda yang sedang hamil, jangan sampai terlalu lelah/capai, khususnya pada trimester 1 (hingga minggu ke-13). Mengapa? Karena pada trimester 1, terjadi peristiwa penting yaitu penempelan embrio janin di dinding rahim, sehingga hal ini harus benar-benar mendapat perhatian.
Nah, berolahraga justru -menurut beberapa penelitian- bisa membawa keuntungan bagi ibu hamil, seperti: menguatkan otot-otot panggul dan paha, yang nantinya akan berguna pada saat persalinan. Selain itu dengan berolahraga, stamina si ibu hamil juga lebih terjaga, dan biasanya selama masa kehamilannya ibu yang berolahraga akan lebih sedikit mengalami keluhan yang terjadi pada saat hamil umumnya. Belum lagi olahraga, dapat membantu ibu hamil lebih mudah tidur di malam hari, dan berbagai keuntungan lainnya.
Lalu, olahraga apa saja yang diijinkan? Jalan pagi, yoga, senam hamil (pada trimester 2), berenang, merupakan beberapa aktivitas olahraga yang diijinkan, bahkan dianjurkan bagi ibu hamil.
Jadi pilih mana, mom-soon-to-be? Berolahraga atau bermalas-malasan di rumah?
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (0)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!