Asma dan Kehamilan

Asma harus dikontrol selama masa kehamilan demi kesehatan ibu dan janin

by  Adhiatma Gunawan
share this
| 1 people like this article
 

Bagi sebagian wanita yang memiliki penyakit asma (ada sebagian yang bahkan telah mengalaminya sejak kecil), mungkin akan kuatir ketika memikirkan tentang kehamilan. Pada dasarnya jika diperhatikan dan ditangani dengan baik, maka seorang wanita dengan asma tidak akan mengalami masalah dalam kehamilannya, dan bayinya pun akan lahir dengan baik dan sehat.

Apa sih bahayanya jika saat hamil, asma tidak dikontrol dengan baik? Penyakit asma tidak bisa dianggap sepele. Karena asma yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah yang meningkat pada kehamilan, dan bisa berujung pada preeklampsia bahkan eklampsia (kejang pada kehamilan), dan bisa berujung pada komplikasi persalinan dan kelahiran prematur.

Lalu amankah mengonsumsi obat asma pada saat hamil? Penelitian telah membuktikan bahwa lebih banyak kerugian yang terjadi jika wanita hamil dan mengalami asma tidak mengontrol asmanya tersebut. Hal yang paling penting dan mendasar adalah, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk terapi yang paling tepat bagi asma Anda. Yang biasanya dianjurkan pada kasus asma dalam kehamilan adalah obat inhaler (obat asma hisap), dikarenakan jumlah obat yang dihisap cukup kecil dan langsung masuk ke paru-paru, sehingga tidak membahayakan bagi janin.

Nah, pada kasus asma, sebagian besar dapat ditemukan hubungan dengan kejadian alergi. Beberapa bahan/materi yang menyebabkan alergi dapat memicu terjadinya serangan asma; itu bisa berupa: debu, makanan, suhu dingin, binatang piaraan, dan lain-lain. Oleh sebab itu sebaiknya pasien dengan asma memahami apa saja yang dapat memicu terjadinya serangan asma, dan berusaha seoptimal mungkin untuk menghindarinya.

Pada kehamilan, asma dapat menjadi lebih buruk, dapat menjadi lebih baik, atau tetap dalam kondisi seperti semula. Kemungkinannya sama besar. Beberapa hal yang menjelaskan mengapa asma dapat memburuk pada kehamilan adalah mungkin karena sering terjadinya gastroesophageal reflux (aliran balik makanan beserta asam lambung ke atas, yang disertai heartburn). Itulah sebabnya wanita hamil sebaiknya makan sedikit-sedikit tapi lebih sering.

Asma yang terkontrol dengan baik tidak akan mempengaruhi proses persalinan nantinya, dan bahkan obat-obat yang berkaitan dengan terapi asma pun tidak menjadi masalah jika dikonsumsi oleh si ibu pada saat ia menyusui bayinya. Memang bisa ada zat dalam obat yang ikut ter-transfer ke bayi melalui ASI, tapi jumlahnya relatif sangat kecil, sehingga tidak berdampak buruk bagi si bayi.

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!