Placenta Previa

Salah satu risiko kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan

by  Adhiatma Gunawan
share this
| 3 people like this article
 

Hari ini saya pingin diskusi tentang Placenta Previa. Nah secara singkat,  placenta previa adalah suatu kondisi komplikasi dalam kehamilan, dimana letak plasenta menghalangi atau menutupi jalan lahir.

Segera setelah proses konsepsi terjadi, maka hasil konsepsi akan menempel pada dinding rahim dan mulai membentuk plasenta. Plasenta inilah yang bertanggung jawab atas transportasi oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janinnya (demikian sebaliknya). Normalnya, plasenta terletak di dinding rahim tapi di bagian atas atau samping. Macam-macam plasenta previa tergantung letaknya:

  • Placenta Previa Totalis. Jika plasenta menutupi seluruh mulut rahim.
  • Placenta Previa Parsialis. Jika plasenta menutupi sebagaian mulut rahim.
  • Placenta Previa Marginalis. Jika plasenta terletak pas di pinggir mulut rahim.

Gejala yang sering menyertai kasus placenta previa ini adalah terjadinya perdarahan (darah yang keluar berwarna merah segar) yang sifatnya tidak nyeri, yang biasanya terjadi pada akhir trimester 2 kehamilan atau bisa juga pada trimester 3 kehamilan. Kasus ini jarang menunjukkan gejala pada trimester awal kehamilan.

Penyebab terjadinya placenta previa biasanya berhubungan dengan kemungkinan adanya scar di rahim, kehamilan kembar (karena ukuran plasenta yang relatif lebih besar), usia kehamilan di atas 35 tahun, riwayat melahirkan dengan operasi caesar sebelumnya, riwayat terdahulu dengan kasus serupa, riwayat operasi rahim.

Yang dikuatirkan adalah ketika mendekati persalinan, dan terjadi pembukaan pada mulut rahim. Pada saat itu, pada kasus placenta previa, plasenta akan ikut tertarik dan “sobek” dan menimbulkan perdarahan. Itulah yang menjadi alasan mengapa pada kasus placenta previa persalinan tidak boleh dilakukan dengan cara normal (persalinan per vaginam). Selain itu, ibu hamil yang didiagnosa mengalami placenta previa “terpaksa” harus puasa berhubungan, untuk meminimalkan risiko terjadinya perdarahan. Juga disarankan agar tidak terlalu lelah atau mengangkat barang-barang yang terlalu berat.

Selain perdarahan, placenta previa berisiko memiliki komplikasi lainnya seperti placenta accreta -ini adalah kasus dimana pelekatan plasenta pada dinding rahim terlalu kuat dan dalam, sehingga pasca bayi lahir, plasenta sulit lepas dari dinding rahim. Jika kontraksi terjadi lebih awal, sebelum waktu persalinan, maka ada kemungkinan terjadi perdarahan, yang bisa berakhir pada proses kelahiran yang lebih awal. Hal ini berimplikasi pada risiko terjadinya kelahiran prematur.

Jadi, buat pregnant moms yang mengalami placenta previa, tidak perlu terlalu kuatir. Yang penting adalah menjaga kondisi diri dengan baik, menghindari aktivitas yang terlalu melelahkan, juga dalam aktivitas hubungan seksual dengan pasangan. Terakhir, perlu juga mempersiapkan diri untuk menjalani proses persalinan dengan operasi caesar jika hingga trimester 3, letak plasenta tidak juga bergeser.

Related Article

Related Posts:

If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:

Question and Answers (0)

If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)


Post your comment

Be the first to comment on this article!