Kegemukan ternyata dapat memberikan masalah pada kehamilan
Obesitas atau kegemukan diteliti memiliki dampak atau risiko terhadap kehamilan. Tidak hanya terhadap kehamilan, tapi juga pada usaha untuk hamil (trying to conceive). Nah, berikut akan dijabarkan apa-apa yang sekiranya perlu diketahui dan diantisipasi sehubungan dengan kegemukan dan kehamilan.
Sebelum berdiskusi lebih lanjut, ada perlunya kita mengetahui definisi atau batasan kapan seseorang dikategorikan gemuk (mengalami obesitas). Kriteria yang umum digunakan adalah Body Mass Index (Indeks Massa Tubuh) lebih dari 30 kg/m2. Cara menghitung Indeks Massa Tubuh adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Contoh seorang ibu dengan berat badan 70 kg dan tinggi badan 150 cm, maka Indeks Massa Tubuh nya adalah: 70kg/(1,5mx1,5m) = 31,1 kg/m2, dan ini termasuk kategori obesitas.
Wanita yang mengalami obesitas sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum perencanaan kehamilan, termasuk memprogramkan pengaturan berat badan dan kenaikannya selama kehamilan. Hal ini disebabkan karena ada beberapa risiko kehamilan yang bisa terjadi jika si ibu hamil terlalu gemuk. Beberapa risiko yang bisa terjadi adalah: Diabetes saat kehamilan, kelainan (cacat) bawaan bagi janin (seperti spina bifida, dan lainnya), kemungkinan keguguran dan kelahiran prematur, belum lagi risiko tekanan darah tinggi saat kehamilan yang sarat komplikasi.
Menurut survey, sekitar hampir 10% wanita yang mengalami kesulitan hamil disebabkan oleh kasus PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome). Pada kasus PCOS tersebut, selain gejala ketidakteraturan siklus haid, biasanya wanita penderita juga mengalami gejala obesitas. Menurunkan berat badan dalam range Indeks Massa Tubuh akan meningkatkan profil kesehatan reproduksi seorang wanita, termasuk meningkatkan kemungkinan untuk hamil tanpa intervensi (beberapa kasus PCOS harus berakhir pada metode bantuan untuk hamil seperti inseminasi dan bayi tabung).
Jadi, wanita yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk mengubah gaya hidup dan pola dietnya, dengan tujuan mencapai batas berat badan yang lebih ideal. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran juga dipercaya akan membantu. Jika sulit untuk mencapai target, ada baiknya berkonsultasi pada dokter dan ahli nutrisi untuk mengatur pola penurunan berat badan yang tepat dan sehat.
Kenali dan temukan penanganan ruam popok pada bayi
Ruam popok (Diaper Rash) adalah istilah yang merujuk pada ruam hingga iritasi yang terjadi pada bagian tubuh bayi yang tertutupi oleh popok, yaitu daerah sekitar perut, kemaluan, lipatan paha, dan bokong. Ciri-ciri yang bisa ditemui bila bayi mengalami ruam popok adalah sebagai berikut:
Umumnya, diaper rash terjadi karena kulit bayi yang mengalami kondisi basah dan kering secara terus-menerus disertai sentuhan dengan hal yang dapat memicu iritasi karena mengandung bakteri ataupun jamur. Hal-hal yang mungkin memicu iritasi diantaranya adalah pemakaian popok yang terlalu ketat pada bayi, urin, sabun deterjen yang digunakan untuk mencuci popok, tisu basah, sabun bayi, krim, kulit bayi yang sensitif, dan popok yang jarang diganti. Selain yang telah disebutkan tadi, bayi yang sedang mengonsumsi antibiotic juga bisa terserang diaper rash. Karena itu, moms yang menyusui yang sedang mengonsumsi antibiotika, dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Untuk mencegah dan menyembuhkan bayi yang terkena diaper rash, moms bisa melakukan berbagai tindakan, yaitu:
Bayi yang terkena ruam popok membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu untuk sembuh. Namun bila sudah melakukan berbagai cara di atas, tetapi diaper rash pada bayi tak kunjung membaik, yang bisa segera dilakukan oleh moms adalah membawa si kecil ke dokter.
So, moms don’t worry if it happens to your baby. Karena sekarang moms sudah kaya akan pengetahuan bagaimana menangani ruam popok.
Banyak manfaat yang bisa didapat dari membacakan dongeng pada anak kita
Mendongeng merupakan kegiatan yang sangat sederhana tetapi memiliki banyak sekali manfaat. Terlepas dari tipe mendongeng yang dipilih orangtua (yang sudah dibahas di artikel sebelumnya), mendongeng secara umum bermanfaat bagi perkembangan emosional, kognitif, dan sosial anak, terutama dalam perkembangan bahasanya, yaitu :
1. Mempererat hubungan orangtua-anak
Mendongeng adalah sarana untuk orangtua-anak berkomunikasi dan bertukar pikiran. Jika dilakukan secara rutin, mendongeng dapat mendekatkan orangtua-anak dan membangun kedekatan emosi karena ia tahu bahwa ia memiliki waktu khusus bersama orangtua.
2. Memperkaya perbendaharaan kata anak
Anak yang lebih banyak dibacakan dongeng, maka akan lebih banyak mendengar berbagai kosakata. Hal ini akan berpengaruh pada ragam kosakata yang dipilihnya saat berbicara.
3. Mempengaruhi perkembangan literasi anak, yaitu dalam hal membaca dan menulis
Saat dibacakan dongeng, anak akan lebih sering melihat huruf-huruf. Hal ini akan berpengaruh dan mempercepat anak ketika mereka belajar membaca dan menulis, karena mereka sudah terbiasa melihat kumpulan huruf tersebut. Hal ini dapat dipercepat, jika orangtua juga bermain tebak-tebakan kata dan huruf selama kegiatan mendongeng.
4. Melatih anak untuk menjadi public speaker yang handal
Ketika anak didongengkan dan diminta untuk menceritakan kembali, misalnya dalam metode dongeng tipe 4. Anak akan belajar untuk berbicara di depan orang lain, hal ini akan berpengaruh pada kemampuannya untuk berbicara di depan orang depan kelak. Apalagi jika orangtua juga mendorong, memuji, dan memberikan respon positif saat anak bercerita ulang atau menjawab pertanyaan seputar dongeng.
5. Memperkaya imajinasi anak
Dongeng tidak seperti buku komik yang hanya memuat gambar untuk beberapa adegan cerita. Cerita yang diceritakan oleh orangtua dan disertai sedikit gambar di buku dongeng, akan membuat anak mengembangkan imajinasinya sendiri. Hal ini berguna dalam mengembangkan ide dan berpikir kreatifnya.
6. Melatih kemampuan sosial anak
Ketika anak dibacakan cerita, ia akan menjalin komunikasi dua arah dengan orangtuanya, hal ini sangat berguna dalam mengembangkan kemampuan sosial anak, yaitu saat nantinya ia harus berkomunikasi dengan orang lain di luar keluarganya.
Nah, banyak sekali manfaat yang didapat dari mendongeng ya, moms and dad? Tidak hanya kemampuan linguistiknya, tetapi juga berbagai aspek lainnya akan berkembang dengan baik. Happy trying!
Bacakan cerita untuk si kecil sebelum ia tidur
Bagi Ayah dan Ibu yang bekerja, satu-satunya kesempatan untuk dapat melihat buah hati mungkin hanya saat menjelang waktu tidurnya. Selain menanyakan kabar, Ibu dan Ayah juga dapat membuat waktu tersebut berkualitas dengan membacakan dongeng atau cerita sebelum tidur. Nah, untuk menjadi pendongeng yang baik untuk anak Anda, ada baiknya kita mengenali lebih dalam 4 tipe pendongeng, yaitu :
1. Describer style
Pendongeng tipe ini fokus untuk mendeskripsikan berbagai gambar yang ada dalam buku dongeng, dan juga mengajak anak untuk melakukan hal yang serupa dengan pertanyaan pancingan. Misalnya menunjuk gambar bus dan menanyakan pada anak “Siapa yang ada di dalam bus sekolah itu?”
2. Comprehender style
Pendongeng tipe ini mendorong anak untuk melihat lebih dalam makna dari cerita dan setelah itu membuat prediksi dan kesimpulan atas cerita itu. Misalnya, sebelum membalik halaman buku, Anda bisa mendorong anak untuk memprediksi “Menurutmu, kira-kira apa ya yang akan dilakukan oleh si gajah?”
3. Performance-oriented style
Pendongeng tipe ini akan membacakan cerita dari awal sampai akhir, dan baru memberikan pertanyaan pada anak setelah selesai bercerita.
4. Promising technique
Tipe ini mirip dengan tipe pertama, disini anak belajar untuk menjadi seorang pendongeng, dan ayah/ibu lebih aktif mendengar. Orangtua menanyakan pertanyaan dengan metode yang lebih menantang, yaitu pertanyaan terbuka alih-alih hanya pertanyaan tertutup, misalnya “Apa ya yang Abdul lakukan?” dan bukannya “Abdul bermain dengan teman-temannya ya?” Setelah anak menjawab, orangtua akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan lanjutan, dan ketika jawabannya melenceng memberikan alternatif jawaban yang menggiring pada jawaban yang benar. Selain itu orangtua juga mendorong anak untuk menghubungkan cerita dengan kehidupan sehari-hari, misalnya “Apa kamu pernah melihat gajah seperti yang ada di gambar ini?” Dan tidak lupa, di sela-sela aktivitas, orangtua juga memberikan pujian dan dorongan positif.
Jika ditanya, manakah tipe yang lebih baik dibandingkan yang lainnya? Jawabannya, keempat tipe sama-sama baik. Untuk menentukan manakah tipe yang harus dipilih, harus disesuaikan dengan karakteristik anak dan manakah metode yang paling nyaman untuk pendongeng (ayah/ibu) dan untuk si buah hati. Selamat mendongeng
Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika persalinan kian dekat
Artikel hari ini mungkin lebih diperuntukkan ibu hamil yang telah memasuki trimester 3 dan sedang dalam masa penantian menghadapi proses persalinan. Terlebih lagi apabila ini adalah pengalaman kehamilan pertama, tentunya ada mixed feeling antara excitement dan juga rasa cemas.
Ibu hamil yang dalam waktu dekat akan menjalani proses persalinan memang sebaiknya mengetahui hal-hal apa yang akan dihadapi. Hal ini lebih kepada untuk mempersiapkan diri secara mental (psikologis), apalagi jika proses persalinan nanti adalah pengalaman yang pertama. Sebuah survey membuktikan bahwa ibu hamil yang mempersiapkan diri biasanya akan mengalami lebih sedikit stress dan hasil persalinannya pun relatif lebih baik (minimal complication).
Beberapa hal mendasar yang perlu dipersiapkan oleh ibu hamil (dan juga pasangannya) adalah:
Selain ketiga poin tersebut diatas, beberapa hal lain yang juga tidak kalah pentingnya untuk diketahui dan dipersiapkan oleh calon ibu adalah:
Sembari menunggu saat persalinan tiba, tidak ada salahnya juga ibu hamil mempersiapkan diri dan mental dengan banyak membaca artikel-artikel, maupun sharing dengan teman sesama moms yang sudah memiliki pengalaman. Good luck!
Berbuka puasa dengan kurma. Hmm… tapi, amankah untuk ibu hamil?
Selama bulan ramadhan, kurma merupakan salah satu hidangan dalam berbuka puasa. Namun, ada beberapa ibu hamil yang cemas bila mengonsumsi buah ini. Mereka takut kalau-kalau kurma dapat membahayakan kondisi Janin yang tengah dikandungnya.
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menemukan bahwa kurma dapat membahayakan bayi yang dikandung, hingga menyebabkan keguguran. Justru penelitian yang ada menyatakan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi kurma di awal kehamilan akan mendapatkan cukup asupan energi untuk beraktivitas karena kurma memiliki kandungan gula yang tinggi.

Ibu hamil juga bebas mengonsumsi segala jenis olahan kurma, baik yang masih segar maupun yang sudah dikeringkan. Sekarang ini, olahan kurma sudah ada yang berupa minuman. Untuk yang jenis inipun, ibu hamil bebas mengonsumsinya.
Kurma sendiri memiliki kandungan nutrisi yang baik. Di dalamnya terdapat sodium, karbohidrat, serat, protein, asam folat, kalsium, zat besi, and vitamin A, C, E, dan K. Kandungan seratnya yang tinggi dapat memperlancar pencernaan sehingga ibu hamil terhindar dari konstipasi. Asam folat berguna dalam perkembangan sistem saraf bayi dan mencegahnya terlahir dengan kelainan (cacat). Sedangkan zat besi sangat berguna untuk mengikat oksigen sehingga ibu hamil terhindar dari anemia.
Boleh mengonsumsi kurma bukan berarti tanpa aturan. Kita tahu segala yang berlebihan sangat tidak baik. Karena itu, dalam mengonsumsi kurma, ibu hamil tidak boleh berlebihan. Jikalau ibu hamil mengonsumsi kurma secara berlebihan, maka akibatnya berupa kelebihan berat badan, kadar gula dalam darah meningkat, dan bisa saja terkena diabetes. Dengan pertimbangan ini pula, ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan dan diabetes tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi kurma.
Wah ternyata kurma banyak manfaatnya ya.. Asalkan tidak memiliki kelebihan berat badan dan juga diabetes, makan kurma sah-sah saja dan justru menyehatkan. Happy Ramadhan!
Amankah menyusui dilakukan selama kehamilan?
Ide penulisan artikel ini berawal dari pertanyaan salah satu followers mommeworld di facebook dan twitter, yang menanyakan “Amankah jika seorang ibu yang sedang menyusui bayinya ternyata kemudian mendapati bahwa dia juga sedang hamil”.
Seorang ibu yang masih menyusui bayinya dan kemudian -sengaja atau tanpa rencana- mengetahui bahwa dirinya hamil, biasanya akan mempertanyakan apakah proses menyusui tetap boleh dilanjutkan atau berbahayakah itu bagi kehamilannya.
Pada sebagian besar kasus, menyusui saat hamil relatif aman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kecukupan nutrisi dan cairan bagi si ibu. Karena di samping ia membutuhkan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan menyusui bayinya, di sisi lain ia juga sedang hamil dan membutuhkan pula extra nutrisi untuk si janin dalam kandungannya. Nutrisi yang seimbang ini tentunya bisa dicukupi dari cakupan diet sehat, atau juga dengan bantuan suplemen seperti tablet vitamin. Cairan juga adalah hal yang penting diperhatikan, karena ibu menyusui jangan sampai mengalami kondisi dehidrasi.
ASI akan tetap dapat diproduksi walaupun seiring berjalannya usia kehamilan juga akan menurun dengan sendirinya, komposisi dan rasa di dalam ASI juga akan berubah biasanya – dan ini juga akan menjadi faktor dimana si bayi lambat laun akan mulai berhenti minum ASI.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada suatu pemikiran -atau bahkan kekuatiran- dari si ibu bahwa proses menyusui dapat menimbulkan semacam kontraksi rahim dan apakah ini akan membahayakan kehamilan yang sedang berlangsung. Pada dasarnya hal ini bisa saja terjadi, walaupun biasanya hanyalah kontraksi minimal dan ringan dan sementara. Tapi jika kontraksi sering terjadi apalagi disertai flek-flek, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter dan mungkin perlu untuk menghentikan proses menyusui. Apalagi jika si ibu memiliki riwayat melahirkan prematur atau gangguan kontraksi rahim, maka biasanya disarankan untuk tidak menyusui selagi hamil.
Hal minor lainnya adalah, saat hamil biasanya -akibat pengaruh hormon kehamilan- payudara dan nipple si ibu akan relatif sensitif sehingga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat menyusui si bayi. Jadi penting untuk memperhatikan dan merawat payudara dan nipple dengan baik.
Jadi kira-kira itulah poin-poin penting yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil yang juga tetap menyusui si kecil. Support dari suami dan keluarga tentulah juga faktor psikologis yang akan berdampak positif bagi proses kehamilan dan menyusui tersebut. Good luck, moms!
Rasa cinta tanah air bisa ditanamkan bahkan sejak usia dini
Beberapa hari lalu, tepat 65 tahun Indonesia merdeka. Bahkan mungkin sejak bulan Agustus ini, umbul-umbul, bendera, serta berbagai pernak-pernik merah putih telah menghiasi sekitar rumah kita. Di nuansa perayaan kemerdekaan ini, moms bisa mendorong si kecil untuk belajar banyak hal lho, seperti :
1. Menghargai para pahlawan
Hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus, tidak mungkin diraih jika tidak ada pemuda-pemuda yang gigih untuk mempertahankan kemerdekaan. Nah, moms bisa menceritakan beberapa perjuangan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Tentunya dengan bahasa yang dapat dimengerti anak ya. Jadi, si kecil bisa mempunyai jagoan lain selain Batman dan Spiderman, contohnya yaitu Pattimura dan Jenderal Sudirman.
2. Mencintai Indonesia
Jika anak-anak bertanya alasan dibalik para pahlawan Indonesia ingin mempertahankan Indonesia, moms bisa mengumpamakan dengan mainan. “Kalau ada yang merebut mainan kamu secara tiba-tiba, kamu mau atau tidak? Nah, sama dengan Pangeran Diponegoro”. Dengan perumpamaan seperti itu, anak akan lebih mudah mengerti dan memahami alasan para pahlawan. Ia pun bisa belajar untuk mencintai Indonesia, karena ia menganggap Indonesia adalah rumah mereka dan milik mereka, yang harus dijaga dengaan sebaik-baiknya. Rasa cinta tanah air perlu ditanamkan bahkan sedari usia dini.
3. Gigih memperjuangkan haknya
Saat menceritakan kisah pahlawan, moms bisa menekankan perjuangan para pahlawan yang pantang menyerah dan gigih ingin membela Indonesia. Hal ini dapat membuat anak belajar dan meniru sikap positif ini, yaitu tidak pantang menyerah untuk menggapai mimpinya.
4. Mengetahui berbagai kesenian tradisional daerah
Saat 17 Agustus tiba, di berbagai daerah digelar berbagai acara yang menampilkan keseniaan tradisional. Peristiwa-peristiwa unik ini biasanya ditayangkan melalui TV atau bahkan digelar di depan rumah Anda sendiri. Nah, ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan kesenian daerah Indonesia yang sangat beragam pada si kecil.
5. Bersikap suportif
Saat 17 Agustus, biasanya digelar berbagai lomba untuk anak-anak, seperti lomba makan kerupuk dan bermain kelereng. Moms bisa mendorong anak untuk barpartisipasi dalam lomba-lomba tersebut, dan mengajarkan anak untuk terus bersikap suportif, yaitu tetap jujur dan juga dapat menerima kemenangan dan kekalahan dalam lomba tersebut secara baik.
Wah, banyak sekali ya ternyata yang bisa diajarkan pada anak dalam hari kemerdekaan ini. Ayo, moms, terus kembangkan rasa cinta si kecil pada Indonesia, karena kalau bukan mereka, siapa lagi yang mewarisi negeri ini? Merdeka!
Gejala yang menandakan proses kelahiran segera tiba
Beberapa ibu hamil tidak sadar dengan gejala atau tanda persalinan. Beberapa lainnya justru mudah panik dengan gejala-gejala kecil yang terkadang bukan tanda-tanda akan terjadinya persalinan. Agar tidak salah identifikasi, moms-to-be sebaiknya tahu ciri-ciri yang menandakan proses persalinan sudah dekat:
Bernafas relatif lebih ringan. Bila waktu kelahiran sudah dekat, posisi bayi telah turun ke rongga panggul. Akibatnya tekanan pada diafragma berkurang, sehingga bernafas menjadi lebih mudah dan ringan.
Lunturnya selaput lendir pada mulut rahim. Pada masa kehamilan, mulut rahim dilindungi oleh lapisan lendir (mucus plug)untuk mencegah bakteri masuk ke dalam rahim. Ketika mulut rahim mulai menipis dan membuka, lapisan lendir ini meluntur. Ia akan keluar melalui vagina. Warnanya coklat dan terkadang keluar bersamaan dengan sedikit darah, sehingga biasa dikenal juga sebagai bloody show.
Penipisan pada mulut rahim. Peristiwa penipisan terjadi ketika waktu persalinan semakin dekat. Penipisan mulut rahim membuatnya lebih elastis sehingga mudah membesar. Biasanya dokter sudah bisa melihat penipisan ini sejak dari 1-2 bulan sebelum persalinan.
Membukanya mulut rahim. Salah satunya ditandai dengan membesarnya mulut rahim. Pasti moms-to-be pernah mendengar istilah pembukaan kan? Istilah inilah yang digunakan untuk menandakan terbukanya mulut rahim. Pembukaan dihitung dalam centimeters. Pembukaan penuh terjadi ketika mulut rahim membuka sebesar 10 cm (pembukaan 10).
Pecahnya ketuban. Ketuban merupakan selaput yang berisi cairan yang berfungsi melindungi bayi di rahim. Jika sesaat setelah ketuban pecah, calon ibu tidak juga merasakan tanda-tanda persalinan seperti kontraksi, maka dokter biasanya akan melakukan induksi, untuk menstimulasi terjadinya proses persalinan. Ketika ketuban pecah, sebaiknya bayi segera dilahirkan (jangan melebihi interval 24 jam).
Terjadi kontraksi yang makin intens. Saat ibu hamil mulai merasakan kontraksi dalam jangka waktu yang teratur, penting baginya untuk mencatat kapan kontraksi pertama dimulai dan setiap berapa menit sekali kontraksi tersebut datang. Semakin lama jangka waktu kontraksi akan semakin pendek. Misalnya ketika di awal, ibu hamil merasakan kontraksi setiap 20-30 menit sekali. Semakin lama jangka waktunya akan memendek hingga sampai pada interval 5 menit sekali. Selain kontraksi lebih sering, tanda proses kelahiran segera tiba adalah ketika kuatnya kontraksi makin intens. Nah, saat mencapai kondisi ini, sang calon ibu sudah harus didampingi dokter atau bidan.
Setiap wanita memang merasakan pengalaman persalinan yang berbeda. Semoga saja dengan informasi di atas, ibu hamil bisa lebih mempersiapkan diri dalam proses kelahiran karena sudah mengenali tanda-tandanya.
Si kecil banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Tapi berapa lamakah waktu tidur yang ideal dan normal untuknya?
Tidur adalah kegiatan yang paling sering dilakukan oleh bayi. Lebih dari separuh harinya dihabiskan dengan masuk ke alam mimpi. Tapi sebenarnya, berapa lama persisnya bayi dan anak-anak harus menghabiskan waktunya untuk terlelap pulas di tempat tidur? Berikut ini mommeworld akan memberikan panduan umum tentang lama waktu yang ideal dihabiskan anak untuk tidur berdasarkan sumber dari WebMD :
1. Saat anak berumur 1 – 4 minggu, idealnya mereka menghabiskan 15 – 18 jam/hari untuk tidur.
Tetapi hal ini tidak terjadi terus-menerus, mereka akan terbangun dengan jeda-jeda waktu yang tidak pasti, misalnya setelah 2 atau 4 jam tertidur. Hal ini karena bayi belum memiliki jam biologis. Untuk anak yang prematur biasanya tidur lebih lama dari jam ideal, sedangkan bayi yang memiliki colic/sakit perut tidur lebih sebentar dibandingkan bayi pada umumnya.
2. Saat anak berumur 1 – 4 bulan, idealnya mereka menghabiskan 14 – 15 jam/hari untuk tidur
Bayi yang berumur 6 minggu sudah mulai dapat menentukan pola tidurnya, dan terlihat mereka mulai memiliki pola tidur yang teratur. Bayi sudah mulai teratur untuk tidur di malam hari dan biasanya waktu tidur paling lama (tanpa terbangun) adalah 6 jam.
3. Saat anak berumur 4 – 12 bulan, idealnya mereka menghabiskan 14 – 15 jam/hari untuk tidur
Walaupun 15 jam masih tergolong ideal, tetapi kebanyakan bayi di umur 11 bulan tidur hanya 12 jam. Hal ini karena bayi sudah mulai melakukan berbagai kegiatan dan mulai melihat sekitarnya, pola tidur mereka pun cenderung mengikuti orang dewasa, dan membangun pola tidur yang sehat adalah tujuan utama pada periode ini.
Bayi biasanya punya 3 kali waktu tidur siang dan berkurang menjadi dua saat menginjak umur 6 bulan, dimana saat itu mereka sudah dapat tidur pada malam hari layaknya orang dewasa. Biasanya tidur siang pertama dimulai pukul 09.00 dan bangun satu jam setelah tidur. Tidur siang kedua dimulai dari jam 12.00 – 14.00 dan bayi akan bangun setelah satu sampai dua jam setelah tidur. Dan tidur siang yang terakhir mulai dari jam 15.00 – 17.00 dengan durasi yang bervariasi.
4. Saat anak berumur 1 – 3 tahun, idealnya mereka menghabiskan 12 – 14 jam / hari untuk tidur
Ketika anak mulai menginjak umur 18-21 bulan, mereka akan mulai meninggalkan kebiasaan untuk tidur pada pagi hari dan tidur siang hanya satu kali sehari. Untuk kebanyakan anak yang berumur 21 – 36 bulan, mereka masih membutuhkan satu kali tudr siang perharinya, biasanya berkisar antara satu sampai 3,5 jam. Mereka biasanya pergi tidur antara jam 19.00 – 21.00, dan bangun antara jam 06.00 – 08.00.
5. Saat anak berumur 3 – 6 tahun, idealnya mereka menghabiskan 10 – 12 jam/ hari untuk tidur
Anak pada umur ini biasanya pergi tidur antara pukul 19.00 – 21.00 dan bangun antara pukul 06.00 – 08.00, seperti yang dilakukan pada periode sebelumnya. Pada umur 3, kebanyakan anak masih tidur siang sementara di umur 5 tahun sudah tidak. Bagi yang masih tidur siang, kuantitasnya akan berkurang seiring berjalannya waktu. Kesulitan tidur biasanya sudah tidak berkembang saat anak menginjak usia 3 tahun.
Selain usia mereka, ada berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi waktu tidur bayi, yaitu faktor individual dan juga faktor lingkungan. Kenali cara dan jam tidur setiap anak, karena ini akan membantu moms untuk mendorong ia memiliki tidur yang berkualitas. Happy parenting!t
If you want to post a new question or view related questions about this article, please click here:
Question and Answers (29)
If you want to post comments about this article, you must be logged in as mom(me)world member.
Don't have an account? Registration is free. :)
Be the first to comment on this article!